Portal Berita Online

KAMPAR--Menjalankan tugas konstitusional pada masa reses, Anggota DPD RI asal Provinsi Riau, KH Muhammad Mursyid, mengunjungi Pesantren Tahfiz Sains Al-Azhar Addauly di Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Minggu (26/7/2027), sekitar pukul 11.30 WIB.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda reses KH Muhammad Mursyid untuk menyerap aspirasi masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren. Selain bersilaturahmi, ia juga meninjau secara langsung kondisi pendidikan serta berbagai tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan Islam di daerah.
Untuk mencapai lokasi pesantren, rombongan harus melewati jalur perkebunan kelapa sawit dengan kondisi jalan yang cukup menantang. Akses tersebut menjadi gambaran nyata perjuangan pengelola pesantren dalam memberikan layanan pendidikan di tengah keterbatasan infrastruktur.
Pesantren Tahfiz Sains Al-Azhar Addauly dipimpin oleh Abuya H Hakiem Lc MH. Di bawah kepemimpinannya, pesantren terus mengembangkan model pendidikan yang mengintegrasikan tahfiz Alquran dengan pembelajaran sains sebagai upaya mencetak generasi yang berkarakter, berilmu, dan berdaya saing.
Dalam pertemuan tersebut, Abuya H Hakiem menyampaikan apresiasi atas kunjungan KH Muhammad Mursyid yang bersedia datang langsung ke pesantren meski harus menempuh perjalanan dengan medan yang tidak mudah.
"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada KH Muhammad Mursyid yang telah berkenan datang dan melihat secara langsung kondisi pesantren kami. Kehadiran beliau memberikan semangat tersendiri bagi kami untuk terus berjuang dalam dunia pendidikan dan mencerdaskan umat," ujarnya.
Pada kesempatan itu, pihak pesantren menyampaikan dua aspirasi utama, yakni peningkatan akses jalan menuju pesantren serta penyelesaian administrasi dan legalitas tanah pesantren.
Menurut pihak pesantren, akses jalan yang memadai sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas pendidikan, memperlancar mobilitas santri dan tenaga pendidik, serta memudahkan masyarakat menuju lingkungan pesantren.
Selain itu, kepastian administrasi dan legalitas tanah dinilai penting sebagai landasan hukum yang kuat bagi keberlangsungan serta pengembangan pesantren pada masa mendatang.
Pihak pesantren berharap aspirasi tersebut dapat diperjuangkan dan dikomunikasikan oleh KH Muhammad Mursyid kepada pemerintah serta kementerian dan lembaga terkait sesuai dengan kewenangannya.
Menanggapi aspirasi tersebut, KH Muhammad Mursyid menegaskan bahwa masa reses merupakan momentum penting bagi anggota DPD RI untuk hadir di tengah masyarakat, mendengar secara langsung berbagai persoalan, sekaligus menyerap aspirasi yang berkembang di daerah.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Abuya H Hakiem beserta seluruh jajaran pesantren atas dedikasi mereka dalam membangun pendidikan Islam di tengah berbagai keterbatasan.
"Perjuangan Abuya Hakiem dan seluruh keluarga besar pesantren ini patut kita apresiasi. Membangun pendidikan, membina generasi penghafal Alquran sekaligus membekali mereka dengan ilmu pengetahuan merupakan investasi besar bagi masa depan umat dan bangsa," kata KH Muhammad Mursyid.
Menurutnya, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, pembentukan karakter, penguatan moral, serta menyiapkan generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara DPD RI dan lembaga pendidikan Islam, sekaligus mendorong percepatan penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi pesantren demi meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.[Wan]