Cegah Karhutla, Pemko Pekanbaru Imbau Warga Tidak Membakar Lahan dan Sampah


Kamis, 5-11-2026


Cegah Karhutla, Pemko Pekanbaru Imbau Warga Tidak Membakar Lahan dan Sampah
Sekdako Pekanbaru Zulhelmi Arifin.

PEKANBARU--Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mengintensifkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satunya dengan mengimbau masyarakat agar tidak membersihkan maupun membuka lahan dengan cara dibakar.

Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, mengatakan imbauan tersebut terus disampaikan kepada masyarakat melalui organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, camat, dan lurah dengan melibatkan TNI dan Polri.

"Jadi kita selalu menginformasikan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, terutama lahan gambut," ujarnya.

Hal tersebut disampaikannya usai pemasangan plang peringatan karhutla secara simbolis di lahan bekas terbakar di Jalan Arjuna, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Rabu (4/11/2026).

Pria yang akrab disapa Ami itu menyebutkan, wilayah Pekanbaru masih memiliki sejumlah kawasan lahan gambut yang membutuhkan perhatian dan pengawasan lebih intensif. Pasalnya, kebakaran di lahan gambut relatif sulit dipadamkan dan membutuhkan waktu serta sumber daya yang lebih besar.

Ia mencontohkan kebakaran lahan di Jalan Pemuda yang membutuhkan waktu hingga tiga hari untuk proses pemadaman, meskipun luas area yang terbakar diperkirakan hanya sekitar 2.000 meter persegi.

"Salah satu contoh kemarin di Jalan Pemuda, itu tiga hari kita padamkan. Lahan yang terbakar tidak luas, sekitar 2.000-an meter, tetapi karena gambut, itu tiga hari kita melakukan pemadaman," ungkapnya.

Menurut Ami, karakteristik lahan gambut membuat api berpotensi merambat dan bertahan di bawah permukaan tanah. Karena itu, proses penanganannya tidak cukup hanya dengan memadamkan api di permukaan, tetapi juga harus dilanjutkan dengan pendinginan untuk mencegah munculnya titik api kembali.

"Jadi kalau lahan gambut ini terbakar, itu tidak cukup satu hari melakukan pemadaman. Itu butuh banyak sumber daya untuk memadamkan dan mendinginkan," jelasnya.

Selain mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, Pemko Pekanbaru juga mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan.

Ami menyebutkan, aktivitas pembakaran sampah yang dianggap sepele sekalipun dapat memicu kebakaran, terutama jika dilakukan di sekitar lahan yang mudah terbakar.

"Kadang hal-hal yang tidak disengaja seperti membakar sampah, itu bisa mengakibatkan terjadinya kebakaran lahan. Maka kita imbau juga agar masyarakat tidak membakar sampah," tutupnya.

Pemko Pekanbaru berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah karhutla dengan tidak melakukan pembakaran dalam bentuk apa pun serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di lingkungan masing-masing.[rr/pgi]
Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT