Pemprov Riau Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan


Kamis, 5-11-2026


Pemprov Riau Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Riau, Zulkifli.

PEKANBARU--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan berkesinambungan bagi masyarakat.

Upaya tersebut sejalan dengan transformasi praktik keperawatan yang menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan sistem kesehatan yang kuat dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Riau, Zulkifli, saat menghadiri Konferensi Keperawatan Universitas Riau (Unri) di Hotel Royal Asnof, Pekanbaru, Rabu (4/11/2026).

Zulkifli mengapresiasi penyelenggaraan konferensi yang menghadirkan narasumber nasional dan internasional dari lima negara. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah strategis bagi akademisi, praktisi, mahasiswa, dan tenaga kesehatan untuk bertukar pengetahuan serta mengikuti perkembangan ilmu dan inovasi di bidang keperawatan.

“Kami sangat bangga, karena melalui konferensi ini paling tidak akan banyak informasi dan ilmu yang bisa didapat oleh mahasiswa keperawatan Unri serta para peserta lainnya,” ujarnya.

Konferensi tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor IV Unri, Sofyan Husein Siregar, melalui pemukulan gong. Pembukaan turut didampingi Kadiskes Riau Zulkifli dan Dekan Fakultas Keperawatan Unri, Wan Nisfha Dewi.

Lebih lanjut, Zulkifli menjelaskan bahwa transformasi praktik keperawatan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kemampuan tenaga kesehatan, tetapi juga penguatan peran perawat dalam seluruh tahapan pelayanan kesehatan.

Peran tersebut mencakup promosi kesehatan, pencegahan penyakit, deteksi dini, pengobatan, pemulihan, hingga pendampingan pasien dalam jangka panjang.

“Keperawatan berkelanjutan harus dimaknai sebagai penguatan peran perawat dalam seluruh tahapan pelayanan kesehatan, mulai dari promosi kesehatan, pencegahan penyakit, deteksi dini, pengobatan, pemulihan hingga pendampingan pasien dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Ia menegaskan, transformasi pelayanan kesehatan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, hingga seluruh tenaga keperawatan.

Kolaborasi tersebut perlu diiringi dengan penguatan sumber daya manusia, pemerataan tenaga keperawatan, revitalisasi fasilitas kesehatan, serta peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan primer dan rujukan.

“Melalui penguatan sumber daya manusia, pemerataan tenaga keperawatan, revitalisasi fasilitas kesehatan, serta peningkatan kapasitas pelayanan primer dan rujukan, diharapkan masyarakat Riau dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih mudah diakses, berkualitas, dan berkesinambungan,” terangnya.

Dengan penguatan berbagai aspek tersebut, perawat diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari pelaksana pelayanan kesehatan, tetapi juga berperan strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Keperawatan Unri, Wan Nisfha Dewi, mengatakan konferensi tersebut merupakan bentuk komitmen Universitas Riau dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik keperawatan.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang akademik bagi akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, dan tenaga kesehatan untuk berbagi gagasan, hasil penelitian, serta inovasi dalam pengembangan pelayanan keperawatan berkelanjutan.

“Konferensi ini menjadi ruang akademik bagi para akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, serta tenaga kesehatan untuk berbagi gagasan, hasil penelitian, dan inovasi dalam pengembangan praktik keperawatan yang berkelanjutan,” jelas Wan.

Ia menambahkan, kehadiran narasumber dari lima negara diharapkan dapat memperluas wawasan peserta mengenai perkembangan praktik keperawatan, inovasi pelayanan kesehatan, pemanfaatan hasil penelitian, serta pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi tantangan kesehatan global.

Wan berharap konferensi tersebut dapat melahirkan berbagai gagasan dan inovasi yang memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu keperawatan sekaligus peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

“Kita berharap, dengan kegiatan ini, akan lahir lebih banyak lagi berbagai gagasan dan inovasi yang tidak hanya memperkuat perkembangan ilmu keperawatan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke depannya,” harapnya.

Untuk diketahui, Konferensi Keperawatan Universitas Riau tahun ini mengangkat tema “Transforming Nursing Practice for Continuity of Care Through Innovation, Research, and Global Collaboration in Achieving Sustainable Development Goals”.[rr/mcr]
Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT