Portal Berita Online

PEKANBARU--Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menerima bantuan 6.000 masker dari BPJS Kesehatan untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bantuan tersebut diterima Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, di Rumah Dinas Wali Kota Pekanbaru, Senin (12/10/2026). Ribuan masker itu nantinya dibagikan kepada masyarakat, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat meningkatnya konsentrasi partikel halus PM2,5.
Markarius mengapresiasi bantuan BPJS Kesehatan tersebut. Menurutnya, penggunaan masker menjadi salah satu upaya perlindungan diri untuk mengurangi paparan polusi udara, khususnya saat masyarakat beraktivitas di luar ruangan.
“Saya harap bantuan ini dapat membantu melindungi warga dari dampak buruk pencemaran udara, terutama ketika kadar PM2,5 (partikel halus di udara) kembali meningkat. Kondisi kualitas udara masih mengalami perubahan,” kata Markarius.
Ia menjelaskan, kualitas udara di Pekanbaru masih berfluktuasi. Pada waktu tertentu, kondisi udara dapat membaik, tetapi berpotensi kembali memburuk ketika konsentrasi PM2,5 meningkat.
Karena itu, Markarius mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan memantau kondisi kualitas udara sebelum beraktivitas di luar rumah.
“Kondisi udara masih fluktuatif. Kadang-kadang bersih, tetapi PM2,5 kembali meningkat. Karena itu, kita perlu tetap waspada,” ujarnya.
Selain menerima bantuan dari BPJS Kesehatan, Pemko Pekanbaru juga menyiapkan pembagian masker gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Warga dapat memperoleh masker tersebut melalui puskesmas serta sejumlah pusat pelayanan dan kantor di lingkungan Pemko Pekanbaru.
Markarius meminta masyarakat memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai langkah pencegahan, terutama saat kualitas udara kembali memburuk.
“Bagi warga yang membutuhkan, silakan datang ke puskesmas. Masker akan kami bagikan secara gratis di sana, termasuk di pusat-pusat pelayanan dan kantor-kantor Pemko,” pungkasnya. [rr/prokopim]