Sinergi Pembangunan dan Kesejahteraan Jadi Sorotan di HUT Kuansing


Selasa, 13-10-2026


Sinergi Pembangunan dan Kesejahteraan Jadi Sorotan di HUT Kuansing

KUANTANSINGINGI--Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pemerintah provinsi, dan masyarakat menjadi kunci dalam mendorong pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-27 Kabupaten Kuansing di Ruang Rapat DPRD Kuansing, Senin (12/10/2026).


Mengusung tema “Harmoni untuk Kuansing Hebat”, rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kuansing, H Juprizal, dan dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Plt Bupati Kuansing, serta sejumlah undangan lainnya.


Dalam sambutannya, Juprizal menyampaikan apresiasi atas kehadiran para undangan sekaligus menegaskan pentingnya kerja sama seluruh elemen dalam melanjutkan pembangunan daerah.


Menurutnya, pembangunan harus direncanakan secara cermat, terutama di tengah keterbatasan fiskal, agar anggaran yang tersedia dapat digunakan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Di tengah keterbatasan fiskal, pembangunan harus direncanakan secara cermat, berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, serta mengutamakan pemerataan,” ujar Juprizal.


Ia menambahkan, DPRD Kuansing berkomitmen mengawal kebijakan pembangunan melalui fungsi pengawasan agar pelaksanaannya tepat sasaran. Kesepakatan Perubahan APBD 2026 yang telah disahkan sebelumnya juga disebut sebagai wujud komunikasi dan kolaborasi antara pihak eksekutif dan legislatif.


Sementara itu, Plt Bupati Kuansing, Muklisin, memaparkan sejumlah capaian pembangunan, khususnya pada indikator ekonomi dan sosial. Pertumbuhan ekonomi Kuansing meningkat dari 3,12 persen pada 2024 menjadi 5,31 persen pada 2025. Pada periode yang sama, angka kemiskinan turun dari 7,89 persen menjadi 6,99 persen.


Di sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Kuansing mengalokasikan anggaran sebesar Rp54,7 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi sekolah. Pemerintah daerah juga terus berupaya memperkuat fasilitas kesehatan di desa, termasuk melalui usulan pembangunan rumah sakit tipe D.


Berbagai upaya tersebut berjalan seiring dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kuansing dari 74,00 menjadi 74,62.


“Peringatan Hari Jadi ke-27 bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum evaluasi terhadap capaian pembangunan sekaligus penghormatan kepada para tokoh dan pendiri daerah,” kata Muklisin.


Dalam kesempatan yang sama, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Riau, drg Sri Sadono Mulyanto MHan, yang hadir mewakili Plt Gubernur Riau, menyampaikan arahan terkait penentuan prioritas pembangunan dan pengelolaan anggaran daerah.


Ia menyoroti rencana penataan kawasan Tepian Narosa dengan nilai anggaran Rp122 miliar yang memerlukan pengawalan bersama serta pemenuhan ketentuan regulasi yang berlaku.


“Keterbatasan keuangan daerah menuntut pemerintah untuk menyusun prioritas pembangunan secara tepat karena tidak seluruh kebutuhan dapat dibiayai melalui APBD,” tuturnya.


Melalui momentum Hari Jadi ke-27 ini, penguatan koordinasi dan sinergi antarpemerintah diharapkan dapat terus ditingkatkan. Dengan perencanaan yang terarah, pengelolaan anggaran yang cermat, dan pengawasan yang optimal, pembangunan Kuansing diharapkan semakin merata dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT