Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Segera Berakhir


Minggu, 6-9-2026


Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Segera Berakhir

PEKANBARU--Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan ulama, tokoh agama, serta pondok pesantren dalam mendukung pembangunan daerah. Di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Pemko juga mengajak para ulama dan santri bersama-sama mendoakan agar bencana tersebut segera berakhir.


Hal itu disampaikan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho saat bersilaturahmi bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar dengan pimpinan Pondok Pesantren Babussalam, Tuan Guru Syekh H Ismail Royan, Jumat (4/9/2026).


Dalam pertemuan tersebut, Agung meminta nasihat terkait pembangunan Kota Pekanbaru sekaligus memohon doa agar karhutla segera teratasi dan kualitas udara kembali bersih dan sehat.


“Kami datang bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga secara khusus memohon doa dari Tuan Guru, para ustaz, dan anak-anak kami di pesantren. Mohon doakan Pekanbaru, Riau, serta seluruh daerah di Indonesia yang sedang menghadapi Karhutla,” ujar Agung.


Agung berharap doa para ulama dan santri menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menghadapi bencana tersebut.


“Semoga Allah segera menurunkan hujan yang membawa rahmat, memadamkan api, membersihkan udara, serta memberikan kesehatan dan perlindungan kepada masyarakat maupun seluruh petugas yang berjuang di lapangan,” lanjutnya.


Menurut Agung, ikhtiar batin tersebut melengkapi berbagai langkah teknis yang dilakukan pemerintah. Sebelumnya, Pemko Pekanbaru juga mengajak masyarakat melaksanakan salat Istisqa secara serentak di 15 kecamatan.


Ia menegaskan bahwa doa harus berjalan beriringan dengan upaya penanganan di lapangan, mulai dari pemadaman, pencegahan, pelayanan kesehatan, hingga koordinasi lintas daerah.


“Asap tidak mengenal batas kota maupun provinsi. Karena itu, penanganannya juga membutuhkan kebersamaan. Pemerintah dan petugas terus bekerja di lapangan, masyarakat menjaga lingkungan dan tidak membakar lahan, sedangkan kita semua memohon pertolongan Allah,” katanya.


Tuan Guru Syekh H Ismail Royan menyambut baik permohonan tersebut. Ia menyatakan keluarga besar Pondok Pesantren Babussalam akan turut mendoakan agar karhutla segera berakhir.


“Insya Allah, kami bersama para ustaz dan santri akan mendoakan agar hujan segera turun, api dapat dipadamkan, udara kembali sehat, serta seluruh petugas dan masyarakat yang terdampak diberikan perlindungan oleh Allah,” tutur Syekh Ismail.


Dalam kesempatan tersebut, Syekh Ismail juga mengapresiasi langkah Agung dan Markarius dalam membenahi Kota Pekanbaru. Ia menilai pembangunan daerah perlu berjalan beriringan dengan kedekatan pemerintah kepada masyarakat dan tokoh agama.


“Kami melihat ada kerja nyata yang dilakukan Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk membenahi Pekanbaru. Namun, yang juga patut kami apresiasi adalah adab beliau dalam memuliakan ulama. Di tengah kesibukan, beliau datang bersilaturahmi, mendengarkan nasihat, dan mengajak para ulama bersama-sama memikirkan kemajuan daerah,” katanya.


Menurut Syekh Ismail, ulama dapat menjadi mitra pemerintah dalam menjaga kerukunan, memperkuat pendidikan karakter, dan menyelesaikan berbagai persoalan sosial di masyarakat.


“Pemimpin yang menghormati ulama, dekat dengan masyarakat, dan bersungguh-sungguh bekerja untuk kepentingan umat akan selalu kita dukung dan doakan. Insyaallah, apabila pemimpin menjaga adab dan amanah, Allah akan memberikan keberkahan bagi daerah yang dipimpinnya,” ujarnya.


Agung menegaskan bahwa kemajuan kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas masyarakat yang berakhlak, rukun, dan memiliki kepedulian sosial.


“Pemerintah tidak bisa membangun kota sendirian. Kami membutuhkan doa, nasihat, dan dukungan para ulama agar setiap kebijakan tetap berada di jalan yang benar serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” jelasnya.


Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Selain berdialog dengan pimpinan pesantren, Agung dan rombongan melaksanakan salat Jumat berjemaah sebelum melanjutkan silaturahmi.


Dalam kunjungan tersebut, Pemko Pekanbaru juga menyerahkan bantuan pembangunan senilai Rp200 juta kepada Pondok Pesantren Babussalam. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung penguatan sarana pendidikan keagamaan dan peningkatan kualitas generasi muda.


Agung memastikan komunikasi dan silaturahmi dengan ulama serta tokoh agama akan terus dilakukan. Pemko Pekanbaru berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat kerukunan, pendidikan karakter, dan pembangunan daerah.


“Dengan kolaborasi pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga, insyaallah Pekanbaru akan semakin maju, harmonis, berbudaya, dan sejahtera,” tutup Wali Kota.


Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin, para asisten, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, serta jajaran Pemko Pekanbaru.[rr/pgi]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT