Cegah Karhutla Susulan, BPBD Riau Siagakan Tim Pemadam di Bekas Kebakaran


Minggu, 6-9-2026


Cegah Karhutla Susulan, BPBD Riau Siagakan Tim Pemadam di Bekas Kebakaran
Kepala BPBD Damkar Provinsi Riau, M Edy Afrizal.

PEKANBARU--Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau menyiagakan personel dan peralatan pemadam di lokasi bekas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.


Upaya tersebut dilakukan setelah Karhutla di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), kembali muncul meski sebelumnya sempat dinyatakan padam pada Sabtu (5/9/2026).


Karhutla di Kelurahan Sungai Beringin pertama kali terpantau pada 27 Agustus 2026. Kebakaran menghanguskan sekitar 10 hektare lahan yang terdiri atas semak belukar dan perkebunan kelapa.


Sebelum titik api kembali muncul, tim gabungan telah melakukan penanganan melalui jalur darat dan udara. Api berhasil diredakan hingga hanya menyisakan asap tipis di lokasi.


Kepala BPBD Damkar Provinsi Riau, M Edy Afrizal, membenarkan bahwa titik api kembali muncul setelah penanganan dilakukan.


"Kemarin kan sudah padam, rupanya dilaporkan titik api muncul lagi," kata Edy saat memberikan keterangan di Pekanbaru, Sabtu (5/9/2026).


Sebelumnya, helikopter water bombing dikerahkan untuk membantu pemadaman dari udara di kawasan Sungai Beringin. Namun, armada tersebut kemudian dialihkan ke sejumlah wilayah lain, seperti Indragiri Hulu, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti, setelah kondisi di Sungai Beringin dinilai aman.


Untuk mengantisipasi munculnya kembali api di lokasi yang telah dipadamkan, BPBD Riau memutuskan untuk tidak menarik seluruh personel dan peralatan pemadam dari lapangan.


"Personel pemadam dengan peralatan di-standby-kan di bekas lokasi tersebut. Namun, jumlahnya tidak banyak," ujar Edy.


Selain di Indragiri Hilir, tim gabungan darat dan udara juga saat ini fokus menangani Karhutla di empat kabupaten lainnya, yakni Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti, Siak, dan Bengkalis.


Penanganan dilakukan secara intensif mengingat kondisi lahan gambut di sejumlah wilayah Riau yang memiliki potensi tinggi untuk kembali terbakar setelah api dinyatakan padam.


"Helikopter water bombing juga dikerahkan ke lokasi Karhutla untuk membantu proses pemadaman. Saat ini terdapat empat helikopter di Riau, namun dua di antaranya masih dalam proses perbaikan," pungkas Edy.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT