Wako Agung dan Kepala Daerah Tiga Negara Tanam Pohon di Kompleks Perkantoran Tenayan Raya


Jumat, 7-8-2026


Wako Agung dan Kepala Daerah Tiga Negara Tanam Pohon di Kompleks Perkantoran Tenayan Raya

PEKANBARU--Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho bersama para kepala daerah dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand menanam bibit pohon di Kompleks Perkantoran Pemerintah Tenayan Raya, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan di kawasan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT).


Penanaman pohon merupakan bagian dari rangkaian penutupan Green Cities Mayors' Council (GCMC) IMT-GT ke-9 yang diselenggarakan di Kota Pekanbaru. Wali Kota Agung didampingi Wakil Wali Kota Markarius Anwar memimpin kegiatan bersama para kepala daerah dan delegasi dari tiga negara.


Setiap delegasi menanam satu bibit pohon produktif, seperti rambutan, mangga, dan tanaman buah lainnya sebagai simbol harapan terhadap masa depan lingkungan yang lebih hijau.


"Kita sepakat pohon-pohon ini harus dijaga. Menanam pohon sama dengan menanam masa depan. Ini merupakan wujud kerja nyata," kata Agung.


Menurutnya, penanaman pohon bukan sekadar seremoni penutupan forum internasional, melainkan bentuk komitmen bersama untuk menempatkan pelestarian lingkungan sebagai bagian penting dalam pembangunan.


"Artinya, komitmen menjaga lingkungan harus menjadi prioritas dalam setiap proses pembangunan," ujarnya.


Selama tiga hari pelaksanaan GCMC IMT-GT ke-9, para kepala daerah, akademisi, organisasi internasional, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand berdiskusi mengenai strategi mewujudkan kota hijau yang berkelanjutan.


Dalam forum tersebut, Kota Pekanbaru mempresentasikan tujuh portofolio pembangunan hijau. Salah satu program yang mendapat perhatian para delegasi adalah Green School, yang menempatkan sektor pendidikan sebagai fondasi membangun budaya peduli lingkungan sejak usia dini.


"Pekanbaru memiliki tujuh portofolio pembangunan hijau. Salah satu fokus utamanya adalah Green School," ungkap Agung.


Ia menjelaskan, konsep Green School merupakan bagian dari strategi pembangunan Kota Pekanbaru yang mengintegrasikan berbagai sektor melalui pendekatan ramah lingkungan, mulai dari Green School, Green City, hingga Green Economy.


"Seluruh program tersebut kami integrasikan dalam konsep pembangunan hijau, baik melalui Green School, Green City, maupun Green Economy," jelasnya.


Wali Kota Agung berharap semangat kolaborasi yang terbangun selama penyelenggaraan GCMC IMT-GT ke-9 dapat terus berlanjut melalui pertukaran pengalaman, inovasi, investasi, dan pengembangan teknologi hijau antardaerah di Indonesia, Malaysia, dan Thailand guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.[rr/Prokopim]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT