Portal Berita Online

PELALAWAN--Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera harus menghadapi medan yang berat saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Mak Teduh, Kabupaten Pelalawan, Riau. Untuk mencapai titik api, petugas terpaksa berjalan kaki sejauh sekitar dua kilometer karena jalur utama menuju lokasi terputus oleh kanal.
Operasi pemadaman di Mak Teduh memasuki hari keempat pada Kamis (6/8/2026). Hingga saat ini, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan kondisi medan menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. Selain vegetasi yang padat sebagai bahan bakar kebakaran, akses menuju titik api juga sulit dijangkau akibat terputusnya jalur utama oleh kanal.
"Di Mak Teduh, kondisi bahan bakarnya padat dan akses menuju kepala api cukup berat. Tim harus memutar dengan berjalan kaki sejauh sekitar dua kilometer karena akses utama terputus oleh kanal," ujar Ferdian, Kamis (6/8/2026).
Meski menghadapi medan yang sulit, tim Manggala Agni terus melanjutkan operasi pemadaman untuk memastikan api benar-benar dapat dikendalikan.
Ferdian menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur lokasi selama sekitar 45 menit pada Rabu (5/8/2026) sempat membantu menurunkan intensitas kebakaran. Namun, hujan tidak serta-merta memastikan api telah padam sepenuhnya.
Karena itu, tim tetap melakukan mopping up atau proses pendinginan secara menyeluruh guna memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa di dalam lapisan gambut maupun tumpukan vegetasi.
"Kami tetap melakukan mopping up untuk menuntaskan pemadaman dan memastikan tidak ada bara api yang tertinggal sehingga potensi penyalaan kembali dapat ditekan," katanya.
Menurut Ferdian, proses pendinginan merupakan tahapan penting dalam penanganan karhutla, terutama di lahan gambut. Bara api yang masih tersimpan di bawah permukaan tanah berpotensi kembali menyala saat cuaca panas dan angin menguat.
"Karena itu, personel Manggala Agni terus menyisir area yang telah dipadamkan sembari memastikan seluruh titik panas benar-benar padam sebelum operasi di lokasi dinyatakan selesai," jelasnya.
Operasi pemadaman di Mak Teduh merupakan bagian dari upaya penanganan karhutla yang dilakukan Manggala Agni Daops Rengat, Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, di sejumlah titik di Kabupaten Pelalawan. Selain di Mak Teduh, operasi pemadaman juga masih berlangsung di Kelurahan Kerumutan dan akan terus dilanjutkan hingga seluruh titik api berhasil dikendalikan.[rr/mcr]