Menhan Tinjau Pembangunan Dua Yonif Teritorial di Bengkalis dan Kampar


Jumat, 7-8-2026


Menhan Tinjau Pembangunan Dua Yonif Teritorial di Bengkalis dan Kampar

PEKANBARU--Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau, Kamis (6/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Menhan meninjau pembangunan dua Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di wilayah Kodam XIX/Tuanku Tambusai.


Agenda kunjungan meliputi peninjauan pembangunan Yonif TP 952/Imam Bulqin di Duri, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, serta Yonif TP 898/Pancalang Cakti di Lipat Kain, Kabupaten Kampar.


Menhan tiba di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, bersama rombongan yang terdiri atas Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Kabaloghan Marsdya TNI Yusuf Jauhari, sejumlah pejabat utama Kementerian Pertahanan, serta awak media nasional.


Kedatangan Menhan disambut Pangdam XIX/Tuanku Tambusai bersama Irdam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI Totok Sutrisno, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, Kasrem 031/Wira Bima Kolonel Inf Tri Aji Sartono yang mewakili Danrem 031/Wira Bima, Danlanal Dumai Kolonel Laut Kusumaji, serta para pejabat utama Lanud Roesmin Nurjadin.


Usai prosesi penyambutan dan penghormatan militer, Menhan beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju lokasi peninjauan dengan didampingi Pangdam XIX/Tuanku Tambusai.


Dalam kunjungan tersebut, Menhan meninjau progres pembangunan Yonif TP 952/Imam Bulqin dan Yonif TP 898/Pancalang Cakti. Selain itu, ia juga melihat kesiapan kedua satuan sebagai bagian dari upaya memperkuat Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di wilayah Kodam XIX/Tuanku Tambusai.


Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan merupakan bagian dari strategi memperkuat sistem pertahanan negara agar mampu menjawab tantangan masa depan.


"Yonif Teritorial Pembangunan tidak hanya dipersiapkan sebagai satuan tempur yang profesional, tetapi juga sebagai kekuatan yang hadir bersama masyarakat. Prajurit harus memiliki kemampuan bertempur yang andal sekaligus mampu berkontribusi dalam mendukung pembangunan dan menjaga stabilitas wilayah," ujar Sjafrie.


Dalam arahannya kepada prajurit Yonif TP 952/Imam Bulqin, Menhan juga menekankan pentingnya nilai-nilai dasar keprajuritan sebagai modal utama dalam menjalankan tugas negara.


"Profesionalisme, disiplin, loyalitas, dan pengabdian kepada rakyat harus menjadi fondasi utama setiap prajurit dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya.


Menurutnya, pembangunan kekuatan pertahanan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesiapan satuan agar mampu menghadapi dinamika ancaman yang terus berkembang.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT