Portal Berita Online

KAMPAR--Kebakaran yang melanda SDN 018 Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, pada Ahad (18/10/2026), menambah persoalan yang dihadapi sekolah tersebut. Selain kerusakan sejumlah ruangan akibat kebakaran, sekolah dengan 813 siswa itu juga masih kekurangan ruang belajar serta perlengkapan pendidikan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, saat meninjau sekolah pada Senin (19/10/2026). Dalam kunjungan itu, ia melihat langsung bangunan yang terdampak kebakaran sekaligus berdialog dengan para siswa dan pihak sekolah.
Kedatangan bupati disambut antusias oleh para siswa. Mereka tampak mendekat, bersalaman, dan menjawab sapaan Ahmad Yuzar. Dalam suasana tersebut, Bupati juga menanyakan pengalaman siswa menikmati program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Saat ditanya mengenai rasa makanan yang mereka terima, para siswa serempak menjawab, “Alhamdulillah, enak!”
Di balik suasana akrab tersebut, pihak sekolah masih harus menghadapi dampak kebakaran yang menghanguskan sejumlah ruangan, termasuk ruang belajar dan ruang koperasi.
Ahmad Yuzar meminta tim teknis segera melakukan pendataan kerusakan dan penghitungan kebutuhan perbaikan agar penanganan dapat direncanakan secara tepat.
“Kami minta tim teknis segera turun untuk menginventarisasi seluruh kerusakan dan melakukan penghitungan secara teknis. Dengan begitu, kebutuhan perbaikan dapat diketahui dan ditindaklanjuti sesuai perencanaan anggaran,” tegasnya.
Ia juga menginstruksikan agar sisa material kebakaran segera dibersihkan, terutama pada bagian atap dan jaringan listrik yang berpotensi membahayakan keselamatan siswa.
“Pastikan sisa kebakaran segera dibersihkan dan tidak ada lagi bagian bangunan maupun jaringan listrik yang membahayakan anak-anak kita. Keselamatan siswa harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Menurut Ahmad Yuzar, kebutuhan perbaikan selanjutnya akan dihitung untuk diusulkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kepala UPT SDN 018 Kubang Jaya, Efni Juwitay SPd, menjelaskan bahwa sekolah tersebut menampung 813 siswa yang terbagi dalam 24 rombongan belajar. Namun, jumlah ruang kelas yang tersedia belum mencukupi kebutuhan seluruh siswa sehingga kegiatan belajar mengajar harus diatur secara paralel atau bergantian.
Persoalan lainnya, empat ruang kelas belum dilengkapi meja dan kursi. Kondisi ini membuat pemenuhan fasilitas belajar menjadi kebutuhan mendesak, terlebih setelah kebakaran merusak sejumlah bagian sekolah.
“Kami masih menghadapi keterbatasan ruang belajar. Selain itu, terdapat empat ruang kelas yang belum dilengkapi mobiler. Kami berharap ada perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kampar agar kebutuhan belajar anak-anak dapat terpenuhi,” ungkap Efni.
Ia berharap pemerintah daerah dapat membantu pemulihan bangunan yang terdampak sekaligus memperhatikan kebutuhan ruang kelas dan perlengkapan belajar siswa.
Sementara itu, Camat Siak Hulu, Irwansyah, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 12.00 WIB pada Ahad (18/10/2026). Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik. Kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Meski menghadapi kondisi sulit, pihak sekolah berharap proses penanganan kerusakan dapat segera dilakukan agar kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan aman dan nyaman.
Efni juga menyampaikan terima kasih atas kunjungan Bupati Kampar yang telah melihat langsung kondisi sekolah setelah kebakaran.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak Bupati yang telah datang langsung melihat kondisi sekolah kami. Semoga kerusakan akibat kebakaran ini dapat segera ditangani sehingga kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan baik,” harapnya.
Sebelum mengakhiri kunjungan, Ahmad Yuzar memberikan motivasi kepada para siswa agar tetap bersemangat menuntut ilmu meskipun sekolah mereka tengah dilanda musibah.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Kalian adalah generasi penerus bangsa yang kelak akan menjadi pemimpin di masa depan. Karena itu, manfaatkan kesempatan belajar sebaik-baiknya dan raih cita-cita kalian,” pesannya.
Pemulihan SDN 018 Kubang Jaya kini menjadi pekerjaan penting agar siswa dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman. Selain perbaikan bangunan yang terbakar, kebutuhan ruang kelas, meja, dan kursi juga perlu mendapat perhatian agar proses pendidikan bagi 813 siswa dapat berlangsung lebih optimal.[rr/mcr]