Wawako Markarius Tinjau PTM di Pekanbaru, Siswa Dibekali Masker dan Vitamin C


Selasa, 20-10-2026



PEKANBARU--Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas bagi siswa SD dan SMP mulai Senin (19/10/2026), seiring membaiknya kualitas udara di tengah kondisi kabut asap.


Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Markarius Anwar, meninjau langsung pelaksanaan PTM di SDN 36 dan SMPN 4 Pekanbaru. Dalam kunjungan tersebut, Markarius bersama jajaran juga membagikan masker dan vitamin C kepada siswa.


Markarius mengatakan, keputusan untuk kembali mengizinkan PTM diambil setelah Pemko Pekanbaru mengevaluasi kondisi kualitas udara bersama BMKG, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.


Berdasarkan hasil pemantauan, konsentrasi partikel halus PM2.5 menunjukkan perbaikan. Sejak sehari sebelumnya, angka PM2.5 tercatat di bawah 100. Sementara itu, pengukuran pada Senin di sejumlah titik menunjukkan angka 80 dan 70.


"Alhamdulillah, dari evaluasi kita kemarin bersama BMKG, BPBD, Damkar, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan OPD terkait lainnya, kita putuskan hari ini anak-anak sudah bisa belajar tatap muka karena pengukuran PM2.5 mulai membaik, di bawah 100," kata Markarius.


Meski demikian, ia menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar belum sepenuhnya kembali normal. Sekolah tetap diwajibkan menerapkan sejumlah pembatasan untuk melindungi siswa dari dampak paparan kabut asap.


Seluruh kegiatan di luar ruangan, termasuk upacara, ditiadakan. Kegiatan mengaji yang sebelumnya dilaksanakan di luar kelas juga dipindahkan ke dalam ruangan.


Selain itu, siswa diwajibkan mengenakan masker sejak berangkat dari rumah. Masker dapat dilepas saat pembelajaran di dalam kelas apabila kondisi memungkinkan. Namun, siswa harus kembali mengenakannya ketika beraktivitas di luar ruangan.


"Kita tetap melakukan pembatasan. Tidak ada kegiatan di luar ruangan, upacara ditiadakan, dan kegiatan mengaji yang sebelumnya di luar dipindahkan ke dalam kelas. Anak-anak juga wajib memakai masker dari rumah," ujar Markarius.


Selain membatasi aktivitas di sekolah, Pemko Pekanbaru mengimbau orang tua untuk memperhatikan kondisi kesehatan dan kecukupan nutrisi anak selama kualitas udara belum sepenuhnya pulih.


Dalam peninjauan tersebut, Markarius bersama jajaran membagikan vitamin C ke sejumlah sekolah. Namun, bantuan itu masih bersifat stimulan dan belum menjangkau seluruh siswa.


Pemko Pekanbaru selanjutnya akan menginstruksikan sekolah agar menyampaikan imbauan kepada orang tua untuk memperhatikan asupan nutrisi anak, termasuk kebutuhan vitamin C dan vitamin D.


Menurut Markarius, pemenuhan nutrisi perlu menjadi perhatian karena sebagian anak kurang menyukai sayur dan buah sehingga kebutuhan gizi hariannya berpotensi tidak terpenuhi.


"Ini sifatnya stimulan saja. Nanti kita instruksikan seluruh sekolah menginformasikan kepada wali murid agar memberikan vitamin C dan vitamin D untuk anak-anak," katanya.


Ia juga meminta orang tua memastikan anak mendapatkan makanan bergizi dan asupan vitamin yang cukup selama mengikuti PTM terbatas, terutama di tengah kondisi udara yang masih terdampak kabut asap.


Pemko Pekanbaru berharap penerapan pembatasan aktivitas di sekolah, penggunaan masker, serta perhatian terhadap asupan gizi dapat membantu menjaga kesehatan siswa selama kegiatan pembelajaran tatap muka berlangsung di tengah kondisi kabut asap. [

prokopim]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT