Bupati Asmar Targetkan Peremajaan 3.500 Hektare Kelapa di Meranti, Hilirisasi Diperkuat


Selasa, 20-10-2026


Bupati Asmar Targetkan Peremajaan 3.500 Hektare Kelapa di Meranti, Hilirisasi Diperkuat


KEPULAUANMERANTI--Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, mendorong peremajaan tanaman kelapa seluas 3.500 hektare pada 2026. Program ini diharapkan meningkatkan produktivitas perkebunan sekaligus memperkuat hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian masyarakat.


Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H Asmar, mengatakan pengembangan komoditas kelapa tidak cukup hanya mengandalkan penjualan hasil perkebunan dalam bentuk bahan mentah. Pengolahan menjadi produk turunan perlu diperkuat agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani.


Hal itu disampaikan Asmar saat menghadiri syukuran petani kelapa se-Kecamatan Rangsang di kediaman Khairul Amri, Jalan A. Yani, Desa Citra Damai, Senin (19/10/2026).


Kegiatan tersebut diikuti 10 kelompok tani penerima program peremajaan kelapa tahap pertama. Selain sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan petani dalam mengembangkan komoditas unggulan daerah.


Asmar menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen mendukung pengembangan perkebunan kelapa melalui penyediaan bibit unggul, penguatan kelompok tani, pendampingan, serta peningkatan infrastruktur penunjang perkebunan.


“Pemerintah daerah berkomitmen mendukung petani, termasuk melalui pengembangan hilirisasi agar kelapa tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah,” ujar Asmar.


Menurutnya, peremajaan diperlukan untuk mengganti tanaman kelapa yang sudah tua dengan tanaman baru yang diharapkan mampu menghasilkan produksi lebih baik. Dengan demikian, produktivitas perkebunan dapat meningkat dan keberlanjutan komoditas kelapa di Kepulauan Meranti tetap terjaga.


Selain meningkatkan produksi, hilirisasi juga dinilai berpotensi membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru melalui pengembangan berbagai produk turunan kelapa.


Asmar turut mengajak generasi muda terlibat dalam pengembangan sektor perkebunan dengan memanfaatkan teknologi dan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar.


“Generasi muda harus melihat perkebunan kelapa bukan hanya sebagai pekerjaan tradisional, tetapi juga sebagai peluang usaha yang dapat dikembangkan dengan teknologi dan pemasaran digital,” katanya.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kepulauan Meranti, Ifwandi, menjelaskan bahwa program peremajaan kelapa pada 2026 menargetkan lahan seluas 3.500 hektare yang tersebar di delapan kecamatan.


Kecamatan Rangsang menjadi salah satu wilayah dengan sasaran peremajaan terbesar. Luas lahan yang menjadi target di kecamatan tersebut mencapai hampir separuh dari keseluruhan sasaran program tahun ini.


Ifwandi menyebutkan, pada tahap pertama, sebanyak 10 kelompok tani telah menerima bantuan berupa bibit kelapa, pupuk, dan dana penanaman. Bantuan tersebut telah digunakan untuk penanaman di lahan masyarakat.


“Pada tahap pertama, sebanyak 10 kelompok tani telah menerima bantuan berupa bibit kelapa, pupuk, dan dana penanaman. Bantuan tersebut telah ditanam di lahan masyarakat,” kata Ifwandi.


Ia menegaskan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh penyaluran bantuan dan proses penanaman. Pemeliharaan tanaman serta pendampingan berkelanjutan juga diperlukan agar pertumbuhan dan produktivitas kelapa dapat optimal.


Karena itu, pemantauan perlu dilakukan bersama pemerintah kecamatan dan kelompok tani untuk memastikan perkembangan tanaman di lapangan.


Ifwandi juga mengapresiasi Asosiasi Peremajaan Kelapa Kecamatan Rangsang yang menginisiasi kegiatan syukuran tersebut. Menurutnya, keterlibatan kelompok tani dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program.


Para petani menyambut baik program peremajaan kelapa dan berharap dukungan pemerintah berlanjut hingga tahap pemeliharaan, peningkatan produktivitas, serta pemasaran hasil perkebunan.


Penguatan akses pasar dan industri pengolahan juga diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi hasil perkebunan masyarakat.


Pemkab Kepulauan Meranti menilai kelapa memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian daerah, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada sektor perkebunan. Melalui peremajaan tanaman, penguatan kelompok tani, dan pengembangan hilirisasi, komoditas ini diharapkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.


Usai menghadiri syukuran petani kelapa, Asmar melanjutkan agenda dengan meninjau SDN 3 Teluk Samak untuk melihat progres rehabilitasi fasilitas sekolah.


Peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan pengerjaan berjalan sesuai rencana sehingga fasilitas pendidikan dapat segera dimanfaatkan oleh siswa dan tenaga pendidik.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Camat Rangsang, serta sejumlah undangan lainnya. [rr/mgi]


Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT