Pemko Pekanbaru Bantu 7 KK Korban Kebakaran di Rumbai, Perlengkapan Sekolah Anak Diganti


Jumat, 9-10-2026


Pemko Pekanbaru Bantu 7 KK Korban Kebakaran di Rumbai, Perlengkapan Sekolah Anak Diganti
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar usai menyalurkan bantuan ke warga terdampak kebakaran di Lembah Damai.

PEKANBARU--Pemerintah Kota Pekanbaru menyiapkan sejumlah bentuk bantuan bagi tujuh kepala keluarga (KK) yang terdampak kebakaran di Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Lembah Damai, Kecamatan Rumbai. Selain memenuhi kebutuhan pokok, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak dari keluarga korban.


Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mendatangi lokasi kejadian sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak pada Rabu (7/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan setelah kehilangan tempat tinggal.


Markarius mengatakan, pemerintah memastikan kebutuhan dasar para korban tetap menjadi perhatian. Saat ini, sebagian keluarga terpaksa tinggal bersama kerabat, sementara lainnya harus menyewa tempat tinggal sementara.


“Yang terpenting, kami memastikan kebutuhan pokok mereka, seperti makanan, minuman, pakaian, dan kebutuhan lainnya terpenuhi,” ujar Markarius.


Dampak kebakaran tidak hanya dirasakan dari kerusakan tempat tinggal, tetapi juga hilangnya barang-barang yang digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk perlengkapan sekolah anak-anak.


Untuk mengatasi hal tersebut, Markarius meminta Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru membantu mengganti perlengkapan belajar yang terbakar atau rusak. Bantuan yang disiapkan mencakup seragam, sepatu, tas, dan buku pelajaran.


Langkah ini diharapkan dapat membantu anak-anak korban kembali mengikuti kegiatan belajar tanpa harus terkendala akibat kehilangan perlengkapan sekolah.


Selain melalui perangkat daerah, Pemko Pekanbaru juga mendorong keterlibatan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pekanbaru dalam memberikan bantuan kepada keluarga yang memenuhi kriteria.


Markarius berharap dukungan Baznas dapat disalurkan dalam bentuk uang tunai. Menurutnya, bantuan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak, terutama biaya menyewa tempat tinggal setelah rumah mereka tidak lagi dapat ditempati.


“Kami arahkan Baznas untuk membantu dalam bentuk uang. Setelah kebakaran, mereka tentu harus menyewa tempat tinggal dan memenuhi kebutuhan lainnya,” katanya.


Pemko Pekanbaru juga meminta Dinas Sosial melakukan verifikasi ulang terhadap kondisi sosial dan ekonomi tujuh keluarga yang terdampak kebakaran.Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui perubahan kondisi kehidupan para korban, termasuk kemungkinan perubahan kategori kesejahteraan atau desil yang menjadi salah satu acuan dalam penyaluran program bantuan pemerintah.


Markarius menjelaskan, kebakaran berpotensi menimbulkan dampak ekonomi yang lebih luas. Selain kehilangan tempat tinggal dan barang berharga, sejumlah keluarga mungkin mengalami gangguan usaha atau kehilangan sumber pendapatan.


“Saya instruksikan Dinsos untuk mengecek kembali desil mereka. Dengan kejadian ini, tentu ada yang usahanya berhenti atau tidak bisa berjalan lagi. Kondisi tempat tinggal dan sosial ekonominya juga berubah,” jelasnya.


Ia menambahkan, pembaruan data diperlukan agar kondisi terbaru keluarga korban dapat dipertimbangkan dalam penentuan akses terhadap program bantuan lain sesuai ketentuan yang berlaku.


Di tengah penanganan warga terdampak, Markarius mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran, terutama ketika cuaca panas dan hujan relatif jarang terjadi.


Ia meminta warga memastikan kompor telah dimatikan setelah digunakan serta tidak meninggalkan rumah saat masih terdapat sumber api yang berpotensi memicu kebakaran.


Pemeriksaan instalasi listrik juga perlu dilakukan secara berkala, khususnya pada rumah yang sudah berusia tua dan menggunakan kabel yang tidak lagi layak.


“Kalau rumah sudah tua, segera periksa dan ganti kabel-kabel yang sudah tidak layak. Kita harus betul-betul berhati-hati, apalagi kondisi Kota Pekanbaru masih cukup panas dan hujan masih jarang,” tuturnya.


Selain dukungan pemerintah daerah dan Baznas, bantuan bagi para korban juga berpeluang diperoleh melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) PLN.


Markarius menyebut warga yang membutuhkan bantuan melalui program tersebut dapat berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru.


Ia berharap dukungan dari berbagai pihak dapat meringankan beban tujuh keluarga korban sekaligus membantu mereka memenuhi kebutuhan selama masa pemulihan.


“Kepada para korban, sekali lagi kami turut berdukacita. Semoga Allah mengganti musibah ini dengan sesuatu yang lebih baik,” pungkasnya.


Pemerintah Kota Pekanbaru berharap penanganan yang melibatkan berbagai perangkat daerah dan pihak terkait dapat membantu keluarga terdampak kembali menjalani aktivitas sehari-hari setelah musibah kebakaran.[rr/pgi]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT