Portal Berita Online

PEKANBARU--Pemerintah Kota Pekanbaru membagikan sekitar 2.000 masker kepada pedagang dan pengunjung Pasar Cik Puan, Kamis (8/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko paparan kabut asap di tengah kondisi kualitas udara yang dilaporkan berada pada kategori sangat tidak sehat.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar turun langsung ke pasar bersama petugas Dinas Kesehatan untuk membagikan masker sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perlindungan diri saat beraktivitas di luar ruangan.
Pedagang menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian karena harus menghabiskan waktu berjam-jam di lingkungan pasar yang terbuka. Kondisi tersebut membuat mereka berpotensi terpapar polusi udara selama menjalankan aktivitas perdagangan.
“Kita turun ke pasar karena kondisinya terbuka, sehari-hari di sini ya pedagang, mereka lama terpapar kabut asap di luar,” ujar Markarius.
Ia menjelaskan, edukasi kepada pedagang dilakukan bersamaan dengan pembagian masker agar masyarakat lebih memahami risiko kesehatan akibat paparan asap. Masker juga diserahkan kepada perwakilan kelompok pedagang untuk mendukung penyebaran informasi kepada anggota lainnya.
Markarius turut mengingatkan masyarakat agar memantau perkembangan kualitas udara melalui kanal resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Informasi tersebut dapat menjadi acuan untuk meningkatkan kewaspadaan ketika kondisi udara memburuk.
“Bisa melihat, apabila kualitas udara sangat tidak sehat atau berbahaya, maka pedagang bisa waspada dan saling mengingatkan,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Hazli Fendriyanto mengatakan, perlindungan dari kabut asap perlu dilakukan oleh seluruh masyarakat, tidak terbatas pada pedagang yang beraktivitas setiap hari di pasar.
Pengunjung pasar juga diimbau menggunakan masker, terutama ketika harus berada di luar ruangan saat kualitas udara sedang memburuk.
Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak. Apabila kegiatan di luar rumah tidak dapat dihindari, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang dianjurkan.
“Kami menyampaikan imbauan, agar mengurangi aktivitas di luar ruangan. Kalau memang terpaksa harus pakai masker,” ujar Hazli.
Pemko Pekanbaru menyatakan masker yang dibagikan merupakan masker standar kesehatan. Kegiatan serupa direncanakan berlanjut ke sejumlah lokasi lain yang membutuhkan, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Melalui pembagian masker dan edukasi langsung tersebut, pemerintah kota mengajak masyarakat lebih memperhatikan kualitas udara, membatasi paparan asap, serta menerapkan langkah perlindungan selama kondisi udara belum membaik. [rr/pgi]