Portal Berita Online

INHU - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) tahun 2026 menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Di Desa Rejosari, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, mahasiswa KUKERTA menggagas pembangunan apotek hidup melalui pemanfaatan lahan pekarangan untuk pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
Salah seorang mahasiswa KUKERTA UNRI Desa Rejosari, Muhaiyaddin Ikram Susanto, mengatakan program tersebut bertujuan mendorong masyarakat agar lebih mandiri dalam menjaga kesehatan sekaligus memanfaatkan lahan pekarangan yang selama ini belum dikelola secara optimal.
"Melalui program ini kami berharap masyarakat semakin mengenal manfaat Tanaman Obat Keluarga dan mampu membudidayakannya secara mandiri. Kebun TOGA tidak hanya membuat lingkungan lebih hijau, tetapi juga menjadi sumber tanaman herbal yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan keluarga," ujar Ikram, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan diawali dengan gotong royong bersama masyarakat dan perangkat Desa Rejosari untuk membersihkan serta mempersiapkan lahan. Setelah itu, mahasiswa bersama warga melakukan penanaman berbagai jenis tanaman herbal, seperti jahe, kunyit, kencur, serai, lengkuas, temulawak, dan lidah buaya.
Selain penanaman, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat tanaman obat, teknik budidaya, perawatan, hingga cara sederhana mengolah tanaman herbal sebagai alternatif dalam mendukung kesehatan keluarga.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Rejosari, ibu-ibu PKK, serta masyarakat setempat. Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan mereka dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari persiapan lahan hingga mengikuti penyuluhan yang diberikan mahasiswa.
Perwakilan ibu-ibu PKK Desa Rejosari mengaku senang dengan adanya program tersebut karena memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan langsung di lingkungan rumah.
"Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KUKERTA Universitas Riau. Program ini membuat lingkungan menjadi lebih hijau sekaligus menambah wawasan kami tentang manfaat tanaman obat dan cara merawatnya. Semoga kebun TOGA ini terus terjaga dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Masyarakat berharap kebun TOGA yang telah dibangun dapat terus dikembangkan sebagai sarana edukasi sekaligus apotek hidup bagi warga Desa Rejosari. Semangat gotong royong yang terjalin selama kegiatan juga diharapkan mampu memperkuat hubungan antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat.
Program ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan terlaksana di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Eva Astuti Mulyani SPd MPd.
Melalui program tersebut, mahasiswa KUKERTA UNRI berharap budaya menanam dan memanfaatkan tanaman obat keluarga terus berkembang di tengah masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang sehat, hijau, produktif, dan berkelanjutan.[Am]