Portal Berita Online

SELATPANJANG--Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyusul tingginya kerentanan wilayah yang didominasi lahan gambut.
Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin meminta seluruh jajaran pemerintahan memperkuat deteksi dini dan pencegahan Karhutla secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan.
Arahan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan serta larangan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di Ruang Rapat Bappedalitbang Kepulauan Meranti, Senin (10/8/2026).
Muzamil memberikan tenggat waktu kepada seluruh camat untuk segera melakukan konsolidasi dengan kepala desa, lurah, unsur Muspika/Upika, organisasi, serta elemen masyarakat di tingkat kecamatan.
“Selambat-lambatnya Selasa, 11 Agustus 2026, seluruh camat harus sudah mengumpulkan kepala desa, lurah, Muspika/Upika dan unsur organisasi di tingkat kecamatan untuk membahas langkah penanganan serta deteksi dini Karhutla,” tegas Muzamil.
Arahan tersebut selanjutnya diminta diteruskan secara berjenjang. Kepala desa dan lurah diminta mengumpulkan kepala dusun, RT, dan RW untuk memastikan upaya pencegahan berjalan hingga tingkat lingkungan masyarakat.
Hasil rapat dan langkah penanganan di tingkat kecamatan maupun desa juga diminta dilaporkan secara berjenjang kepada pemerintah daerah sebagai bagian dari pelaporan kepada pemerintah pusat.
Muzamil menekankan pencegahan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan aparat pemerintahan. Tokoh agama dan tokoh masyarakat juga diminta terlibat dalam memberikan edukasi kepada warga.
Salah satunya dengan menggandeng Dewan Dakwah untuk menyampaikan imbauan mengenai larangan membakar sampah secara sembarangan, khususnya di sekitar permukiman dan pekarangan.
Pesan tersebut diharapkan dapat disampaikan melalui khotbah salat Jumat agar edukasi mengenai bahaya pembakaran terbuka dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Menurut Muzamil, pencegahan harus dimulai dari lingkungan tempat tinggal. Pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan cara membakar berpotensi menjadi sumber api yang sulit dikendalikan, terutama ketika kondisi lahan kering.
“Jangan sampai aktivitas membakar di sekitar rumah dilakukan sembarangan. Pencegahan harus kita mulai dari lingkungan masyarakat, karena wilayah kita didominasi lahan gambut yang sangat rentan terhadap kebakaran,” ujarnya.
Karakteristik wilayah Meranti yang didominasi lahan gambut menjadi perhatian khusus pemerintah daerah. Api di lahan gambut dapat menjalar dan bertahan di bawah permukaan tanah sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit.
Karena itu, deteksi dini menjadi salah satu strategi utama. Pengawasan diminta dilakukan terhadap berbagai potensi risiko, termasuk di kawasan permukiman dan lingkungan masyarakat.
Muzamil juga mengingatkan karhutla dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan, lingkungan, dan perekonomian. Asap kebakaran dapat menurunkan kualitas udara, mengganggu aktivitas masyarakat, serta berdampak terhadap kesehatan.
“Jaga hutan, jaga lingkungan, dan jaga masa depan anak cucu kita,” katanya.
Untuk mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan titik rawan maupun potensi kebakaran, Pemkab Meranti mendorong pembentukan forum komunikasi dan kolaborasi secara berjenjang.
Salah satu langkah yang dibahas adalah pembentukan grup komunikasi WhatsApp mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa, hingga lingkungan masyarakat.
Sistem komunikasi tersebut diharapkan mempercepat penyampaian informasi mengenai potensi kebakaran sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas.
Upaya pencegahan juga akan melibatkan perusahaan, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur masyarakat lainnya. Penegakan hukum terhadap aktivitas yang melanggar ketentuan terkait karhutla juga akan dioptimalkan bersamaan dengan sosialisasi dan edukasi.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama seluruh camat yang hadir. Pembahasan diarahkan untuk menyusun langkah pencegahan yang lebih konkret sesuai kondisi dan potensi kerawanan di masing-masing wilayah kecamatan.
Muzamil berharap konsolidasi cepat dan berjenjang tersebut dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekaligus mencegah terjadinya karhutla di Kabupaten Kepulauan Meranti.
“Harapan kita, dengan imbauan dan langkah pencegahan yang dilakukan secara serentak, masyarakat semakin sadar dan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan. Jangan menunggu api membesar, pencegahan harus dilakukan sejak dini,” pungkasnya.[rr/mgi]