Portal Berita Online

PEKANBARU--Kebijakan Pemerintah Kota Pekanbaru menanggung penuh biaya domestik perjalanan jemaah haji tahun 2026 mendapat apresiasi dari Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Pekanbaru.
Apresiasi tersebut diberikan dalam bentuk piagam penghargaan kepada Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Penghargaan diserahkan Kepala Kantor Kemenhaj Kota Pekanbaru Hj Haryati ME.Sy dalam acara Tabligh Akbar dan Syukuran Jemaah Haji Kota Pekanbaru Tahun Keberangkatan 2026 di Masjid Agung Ar-Rahman, Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (22/8/2026).
Haryati mengatakan bantuan biaya domestik dari Pemko Pekanbaru memberikan manfaat bagi jemaah, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan kemampuan finansial.
“Ini merupakan bantuan domestik haji yang pertama kali full dibantu oleh Pemerintah Kota Pekanbaru,” kata Haryati.
Menurutnya, biaya perjalanan menuju dan dari embarkasi menjadi salah satu kebutuhan yang harus dipersiapkan jemaah selain biaya utama penyelenggaraan ibadah haji. Karena itu, bantuan pemerintah daerah dinilai dapat mengurangi beban jemaah.
“Ini sangat berarti sekali. Karena tidak semua jemaah haji ini memiliki kategori yang mampu secara finansial,” ujarnya.
Haryati berharap dukungan Pemko Pekanbaru dapat dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya. Ia bahkan mendorong agar bentuk bantuan diperluas, termasuk untuk pemeriksaan kesehatan atau Medical Check-Up (MCU) sebelum keberangkatan.
“Jadi, mudah-mudahan jemaah haji kita nanti tidak hanya dibantu dengan bantuan domestik saja, tapi juga ada bantuan-bantuan lain seperti bantuan MCU,” ungkapnya.
Sementara itu, Agung Nugroho mengatakan Pemko Pekanbaru mengalokasikan anggaran lebih dari Rp7 miliar untuk membiayai perjalanan domestik jemaah haji dari Pekanbaru menuju Batam dan sebaliknya.
Menurut Agung, setiap jemaah memperoleh bantuan sekitar Rp4,5 juta. Ia menyebut kebijakan tersebut merupakan yang pertama kali diterapkan secara penuh oleh Pemko Pekanbaru.
“2026 ini pertama dalam sejarah yang pernah dibayarkan full biaya domestik. Satu jemaah dibantu sekitar Rp4,5 juta. Bantuan yang kita berikan ini juga sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Agung.
Ia memastikan pengalokasian anggaran tersebut tidak mengganggu program pembangunan dan pelayanan masyarakat di Kota Pekanbaru.
Agung mengatakan pemerintah daerah tetap menjalankan berbagai program prioritas, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga dukungan terhadap kebutuhan pendidikan masyarakat.
“Artinya apa? Ada keberkahan di sini. Jemaah haji senang, pembangunan jalan. Di mana-mana jalan sudah bagus, drainasenya dibenahi, dibangun, lalu anak-anak sekolah bajunya kita gratiskan,” terang Agung.
Ia menegaskan bantuan biaya domestik haji merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, termasuk warga yang mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji.
Pemberian penghargaan dari Kemenhaj Kota Pekanbaru menjadi bentuk apresiasi atas kebijakan tersebut sekaligus diharapkan menjadi dorongan agar dukungan terhadap jemaah haji dapat terus ditingkatkan pada masa mendatang.[rr/pgi]