Update Karhutla Riau, Luas Lahan Terbakar Capai 18.770 Hektare


Sabtu, 5-9-2026


Update Karhutla Riau, Luas Lahan Terbakar Capai 18.770 Hektare

PEKANBARU--Luas lahan terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau terus bertambah. Berdasarkan laporan harian, terjadi penambahan luas lahan terbakar sebanyak 87,9 hektare.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Provinsi Riau, Edy Afrizal, mengatakan penambahan terbesar terjadi di Kabupaten Pelalawan, yakni 64,4 hektare. Dengan tambahan tersebut, total luas lahan terbakar di Pelalawan mencapai 6.705,39 hektare.


Penambahan juga terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sebanyak 10,5 hektare, sehingga total luas lahan terbakar mencapai 1.044,52 hektare. Sementara Indragiri Hulu (Inhu) bertambah 10,5 hektare, dengan total luas lahan terbakar mencapai 615,52 hektare.


Selanjutnya, Rokan Hulu (Rohul) bertambah 0,5 hektare menjadi 34,46 hektare. Kepulauan Meranti bertambah 1 hektare menjadi 218,45 hektare, sedangkan Kuantan Singingi (Kuansing) bertambah 1 hektare menjadi 70,87 hektare.


Sementara itu, tidak terdapat penambahan luas lahan terbakar di Siak, Bengkalis, Rokan Hilir (Rohil), Dumai, Pekanbaru, dan Kampar berdasarkan laporan harian tersebut.


“Laporan harian ini terus berubah sesuai situasi lapangan setiap harinya. Dari data yang kami terima kemarin, penambahan lahan terbakar sebanyak 87,9 hektare,” kata Edy, Jumat (4/9/2026).


Secara kumulatif, luas lahan terbakar di Riau sejak 1 Januari hingga 4 September 2026 mencapai 18.770 hektare. Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan luas lahan terbakar terbesar, yakni 8.454,40 hektare, disusul Pelalawan 6.705,39 hektare.


Berikutnya, Inhil tercatat 1.044,52 hektare, Inhu 615,52 hektare, Dumai 556,01 hektare, Rohil 452,53 hektare, Siak 373,06 hektare, Meranti 218,45 hektare, Kampar 141,66 hektare, Pekanbaru 103,33 hektare, Kuansing 70,87 hektare, dan Rohul 34,46 hektare.


“Ini data keseluruhan terhitung awal Januari 2026,” ujar Edy.


Edy mengatakan perkembangan Karhutla di setiap daerah terus dipantau dan penanganan dilakukan sesuai kondisi serta kebutuhan di lapangan. Upaya penanganan melibatkan tim udara dan tim darat dari unsur gabungan TNI, Polri, BPBD Riau, BPBD kabupaten/kota, serta Manggala Agni.


“Kami terus memantau perkembangan Karhutla di setiap daerah dan penanganan dilakukan sesuai kondisi serta kebutuhan di lapangan,” kata Edy.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT