Taman Budaya Riau Harus Tetap Jadi Ruang Ekspresi Budaya


Jumat, 25-9-2026


Taman Budaya Riau Harus Tetap Jadi Ruang Ekspresi Budaya

PEKANBARU--Pemerintah Provinsi Riau menggelar rapat lanjutan terkait permohonan persetujuan hibah Barang Milik Negara (BMN) untuk penyediaan lahan bagi Balai Pelestarian Kebudayaan Riau, Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Kebudayaan.


Rapat yang digelar di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Kamis (24/9/2026), tersebut membahas keberlanjutan pemanfaatan lahan sekaligus arah pengembangan kawasan Taman Budaya Riau agar tetap memiliki fungsi kebudayaan bagi masyarakat.


Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan pemberian hibah tanah harus memberikan manfaat bagi pemerintah daerah dan masyarakat Riau. Pemanfaatan lahan diharapkan tidak hanya mendukung kebutuhan kelembagaan, tetapi juga memperkuat fasilitas kebudayaan di daerah.


“Setiap kita memberi tanah hibah, kali ini untuk konteks kebudayaan, harapan saya nantinya bisa dibangun museum, biar museum benar-benar menggambarkan tradisional, tapi saat dibangun lebih modern,” ujar Syahrial.


Menurutnya, pembangunan Balai Pelestarian Kebudayaan Riau diharapkan mampu merepresentasikan kekayaan budaya Bumi Lancang Kuning. Bangunan yang nantinya didirikan diharapkan tetap mengusung karakter tradisional Riau dengan sentuhan konsep modern.


Keberadaan fasilitas tersebut, lanjutnya, diharapkan tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan benda-benda budaya, tetapi juga berfungsi sebagai ruang edukasi dan pengenalan kebudayaan bagi masyarakat.


Namun, apabila lahan hibah nantinya berada di kawasan Taman Budaya, Syahrial menegaskan fungsi Taman Budaya sebagai ruang kebudayaan harus tetap dipertahankan.


Ia mengatakan pengembangan kawasan perlu memperhatikan tata ruang agar karakter Taman Budaya sebagai ruang terbuka tetap terjaga, meskipun nantinya terdapat bangunan untuk kebutuhan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.


“Semangatnya tentu agar masih ada tempat masyarakat untuk mengekspresikan budaya, seperti teater dan museumnya,” tutupnya.


Syahrial berharap pengembangan kawasan tersebut dapat berjalan seiring dengan upaya mempertahankan Taman Budaya sebagai ruang publik bagi masyarakat untuk berinteraksi, berekspresi, serta mengembangkan kegiatan seni dan budaya.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT