Dinkes Pekanbaru Evaluasi Limbah Medis RS, Dorong Pengelolaan Berbasis Digital


Kamis, 24-9-2026


Dinkes Pekanbaru Evaluasi Limbah Medis RS, Dorong Pengelolaan Berbasis Digital

PEKANBARU--Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mendorong rumah sakit meningkatkan transparansi dan integrasi dalam pengelolaan limbah medis. Salah satu upaya yang dilakukan yakni penerapan sistem digital SMILE WMS (Waste Management System).


Dinkes Kota Pekanbaru menggelar Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Penyehatan Lingkungan Rumah Sakit di Furaya Hotel Pekanbaru, Selasa (23/9/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan pengelolaan limbah fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) berbasis digital.


Kepala Dinkes Kota Pekanbaru Hazli Fendriyanto mengatakan, penerapan SMILE WMS menjadi salah satu langkah untuk memastikan seluruh proses pengelolaan limbah medis tercatat dengan baik.


"Penerapan sistem digital SMILE WMS ini merupakan langkah nyata kita untuk memastikan seluruh proses pengelolaan limbah medis di rumah sakit tercatat secara akurat, transparan, dan terintegrasi secara real-time demi menjaga penyehatan lingkungan fasyankes di Kota Pekanbaru," ujar Hazli.


Pertemuan tersebut turut diikuti sejumlah pihak, di antaranya narasumber dari United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Pekanbaru, Ketua Tim Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga, serta pemegang program Dinkes Pekanbaru.


Kegiatan juga diikuti para penanggung jawab kesehatan lingkungan dari seluruh rumah sakit se-Kota Pekanbaru.


SMILE WMS, yang sebelumnya dikenal sebagai ME-SMILE, merupakan inovasi teknologi yang dikembangkan bersama Kementerian Kesehatan RI dan UNDP Indonesia untuk mendukung transformasi digital dalam pengelolaan limbah medis.


Sistem tersebut terintegrasi dengan platform SATUSEHAT sehingga pencatatan, pelaporan, dan pemantauan limbah medis dapat dilakukan secara real-time.


Dalam penerapannya, SMILE WMS menggunakan Quick Response Code (QR Code) pada kantong limbah medis serta perangkat Internet of Things (IoT) pada timbangan digital.


Teknologi tersebut memungkinkan proses penimbangan limbah dilakukan secara lebih akurat. Waktu transaksi juga dapat dipercepat menjadi kurang dari lima menit.


Selain itu, sistem ini memudahkan pelacakan aliran limbah mulai dari fasilitas pelayanan kesehatan hingga pihak ketiga yang bertugas mengangkut dan mengolah limbah medis.


SMILE WMS juga dirancang agar dapat terintegrasi dengan sejumlah sistem nasional, di antaranya SIKELIM milik Kementerian Kesehatan serta SIRAJA milik Kementerian Lingkungan Hidup.


Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, Dinkes Kota Pekanbaru mendorong seluruh rumah sakit segera memenuhi kesiapan dari sisi perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan sumber daya manusia (brainware).


Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pengelolaan limbah medis yang lebih transparan, ramah lingkungan, dan sesuai dengan standar yang berlaku. [rr/pgi]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT