Portal Berita Online

TEMBILAHAN--Kabut asap pekat menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Selasa (22/9/2026). Asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyebabkan jarak pandang berkurang dan membuat masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan perlu meningkatkan kewaspadaan.
Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Inhil melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) meningkatkan upaya perlindungan kesehatan masyarakat. Penyuluhan, pendirian posko kesehatan, hingga pembagian masker gratis dilakukan untuk mengantisipasi dampak kabut asap, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan pelajar.
Data posko kesehatan mencatat 792 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode pelaporan 28 Agustus hingga 21 September 2026.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Inhil, Haili, mengatakan langkah pencegahan terus diintensifkan seiring memburuknya kondisi kualitas udara.
“Kali ini kami bersama Puskesmas Gajah Mada Tembilahan terus mengintensifkan penyuluhan kepada kelompok risiko tinggi dan mendirikan posko kesehatan. Kami juga terus melakukan pembagian masker kepada masyarakat, termasuk secara langsung di jalan raya seperti di Simpang Stadion Jalan Sei Beringin,” kata Haili.
Hingga saat ini, hampir 19 ribu masker telah didistribusikan kepada masyarakat. Masker tersebut berasal dari berbagai sumber, antara lain pengajuan kepada Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Riau, serta optimalisasi stok dan koordinasi dengan pusat krisis tingkat provinsi.
Pembagian masker dilakukan petugas Dinkes bersama jajaran Puskesmas di sejumlah lokasi yang ramai dilalui masyarakat. Salah satunya di kawasan Simpang Stadion, Jalan Sei Beringin, Tembilahan.
Pembagian masker tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Musri, salah seorang warga, mengaku terbantu dengan adanya bantuan masker gratis di tengah kondisi kabut asap.
“Terima kasih banyak atas kepedulian dan bantuan masker gratis yang diberikan langsung kepada kami di jalan. Adanya perhatian dari pemerintah daerah ini sangat membantu kesehatan kami. Kami berharap bencana kabut asap ini bisa segera berakhir,” ujarnya.
Dampak kabut asap juga menjadi perhatian dunia pendidikan. Sejumlah langkah dilakukan sekolah untuk melindungi peserta didik dari paparan asap, termasuk penggunaan masker selama beraktivitas di lingkungan sekolah.
Plt Kepala SMPN 1 Tembilahan, Darmawati, mengapresiasi langkah Dinkes Inhil melalui Puskesmas Gajah Mada yang memberikan bantuan masker bagi para siswa.
“Kami menyambut baik dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas bantuan masker bagi siswa kami. Bantuan ini sangat penting untuk menjaga kesehatan pelajar di tengah kondisi udara yang kurang bersahabat,” papar Darmawati.
Menurut Darmawati, kondisi kabut asap sebelumnya sempat membuat sekolah menerapkan pembelajaran secara daring. Setelah kondisi memungkinkan, kegiatan belajar mengajar kembali dilaksanakan secara tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Dinkes Inhil bersama pihak sekolah mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap semakin pekat.
Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan juga diminta menggunakan masker sebagai salah satu langkah perlindungan dari paparan asap Karhutla.[rr/mcr]