Portal Berita Online

PEKANBARU--Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengimbau masyarakat tidak melakukan prank call atau panggilan palsu ke layanan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112.
Panggilan iseng tidak hanya mengganggu operator, tetapi juga berpotensi menghambat penanganan laporan darurat yang membutuhkan respons cepat.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan) Kota Pekanbaru, Ardiansyah Eka Putra, mengatakan operator layanan 112 masih menerima panggilan palsu dari oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Kami imbau agar jangan melakukan prank call atau panggilan palsu. Nanti bisa mengganggu laporan darurat sebenarnya,” kata Ardiansyah, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, panggilan palsu dapat menghambat petugas dalam menindaklanjuti laporan kedaruratan yang benar-benar membutuhkan penanganan.
“Kami masih sering menerima panggilan telepon palsu. Perbuatan iseng ini dapat menghambat respons terhadap situasi darurat yang ada,” ungkapnya.
Ardiansyah menegaskan, panggilan iseng bukan sekadar tindakan yang mengganggu operasional layanan, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan masyarakat. Laporan yang masuk melalui layanan 112 antara lain berkaitan dengan kebakaran, kecelakaan, hingga tindak kriminalitas.
“Jangan ada lagi telepon iseng. Itu bisa membahayakan nyawa dan mengganggu operasional layanan,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat menggunakan layanan 112 secara bijak untuk melaporkan kondisi darurat yang terjadi di lingkungan sekitar.
Layanan TRC Pekanbaru Aman 112 terintegrasi dengan sejumlah instansi terkait sehingga laporan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti sesuai jenis kedaruratannya.
Instansi yang terintegrasi dalam layanan tersebut antara lain Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru, BPBD Kota Pekanbaru, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dinas Sosial, kepolisian, hingga PLN.[rr/pgi]