Portal Berita Online

PEKANBARU--Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus memperkuat upaya penanganan stunting dengan melibatkan masyarakat dan berbagai pihak melalui program bapak asuh atau bapak angkat anak stunting.
Program tersebut menjadi salah satu strategi Pemko Pekanbaru untuk mengejar target zero stunting atau tidak ada lagi anak mengalami stunting di Kota Pekanbaru.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan dukungan bapak asuh masih dibutuhkan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak yang mengalami stunting.
“Sampai hari ini kami masih membutuhkan bapak angkat anak-anak stunting kita di Pekanbaru,” kata Agung, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, setiap anak membutuhkan dukungan pemenuhan gizi sekitar Rp600 ribu per bulan selama masa intervensi. Penanganan tersebut direncanakan berlangsung selama enam bulan berturut-turut.
Bantuan dari bapak asuh tidak diberikan dalam bentuk uang tunai kepada orang tua. Pemenuhan kebutuhan anak dikelola oleh tim pelaksana di lapangan sehingga intervensi dapat diberikan sesuai kebutuhan.
Agung menjelaskan, jumlah anak yang mengalami stunting di Pekanbaru telah mengalami penurunan setelah dilakukan pendataan dan berbagai intervensi. Saat awal menjabat, ia mendapat laporan jumlah anak stunting hanya sekitar 250 orang.
Namun, setelah kader Posyandu melakukan penelusuran dan pendataan langsung di lapangan, jumlahnya ternyata lebih dari 2.000 anak.
“Sekarang sudah tidak sampai seribu anak lagi, dan ini memerlukan bapak angkat,” ujarnya.
Penurunan tersebut, kata Agung, tidak terlepas dari berbagai program intervensi yang dilakukan Pemko Pekanbaru. Salah satunya melalui program bapak asuh yang diarahkan untuk memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi secara berkelanjutan.
Ia menegaskan, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan bersama karena persoalan tumbuh kembang anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Karena ini tanggung jawab kita bersama, agar anak-anak di Kota Pekanbaru ini lebih baik lagi,” pungkasnya.
Pemko Pekanbaru berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam program tersebut sehingga intervensi terhadap anak stunting dapat dilakukan secara optimal dan target Pekanbaru bebas stunting dapat diwujudkan.[rr/pgi]