Portal Berita Online

BANTAN--Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) Desa Bantan Tua menggelar kegiatan Sosialisasi Stop Bullying di SDN 13 Bantan, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut merupakan salah satu program kerja mahasiswa Kukerta dalam meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Hendra Taufik ST MSc, serta mendapat dukungan dari Penjabat Kepala Desa Bantan Tua, Ners Harmidayanti SKep. Dukungan tersebut menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik.
Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa Kukerta UNRI Desa Bantan Tua, yaitu Alya Lathifa, Dhea Amiarti, Jaka, Jeny Higreta, Lulu Nur Hafizah, Nandaramsyah Tio Anugrah, Nofrian Muhammad, Sohibul Ahyar, Utari Oktadika, dan Yolanda Dwi Rantini. Melalui program ini, mahasiswa berharap dapat memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang positif dan bebas dari bullying.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam pagi bersama yang diikuti seluruh siswa SDN 13 Bantan. Suasana penuh semangat dan keceriaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Setelah itu, peserta mengikuti sarapan sehat bersama sebagai upaya menanamkan pentingnya pola hidup sehat sebelum memulai proses pembelajaran.
Memasuki acara inti, Kepala SDN 13 Bantan, Siti Komariah SPd.SD, membuka kegiatan sekaligus menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Kukerta UNRI atas pelaksanaan program edukatif tersebut. Ia juga mengajak seluruh siswa untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh agar dapat memperoleh manfaat dari materi yang disampaikan.
"Hari ini adik-adik akan mendapatkan hadiah dari kakak-kakak Kukerta. Hadiah yang diberikan memang bukan berupa uang ataupun barang, melainkan ilmu yang bermanfaat. Ibu berharap adik-adik dapat menyimak materi dengan baik, mengambil pelajaran yang disampaikan, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari agar kita semua dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai," ujar Siti Komariah.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Utari Oktadika dan Dhea Amiarti. Dalam pemaparannya, keduanya menjelaskan pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan yang sering terjadi di lingkungan sekolah, dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganannya. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga siswa mengikuti kegiatan dengan antusias.
Untuk mengukur pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kuis interaktif. Para siswa tampak antusias menjawab setiap pertanyaan yang diajukan. Melalui sesi tersebut, mahasiswa Kukerta menilai sebagian besar peserta telah memahami pentingnya saling menghormati, membangun pertemanan yang sehat, serta berani melaporkan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kukerta UNRI Desa Bantan Tua berharap kesadaran siswa terhadap bahaya bullying semakin meningkat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai empati, kepedulian, dan sikap saling menghargai sejak dini, sehingga lingkungan sekolah menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik.[Dayat]