Portal Berita Online

MERBAU--Perwakilan masyarakat dan pemuda Pulau Padang mendatangi Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di kawasan Pedas, Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, Jumat (31/7/2026). Kedatangan mereka untuk menyampaikan keresahan atas pemadaman listrik yang semakin sering terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Audiensi tersebut diterima langsung oleh Site Koordinator PT Bima Golden Powerindo (BGP), Nizar ST, bersama jajaran. Dalam pertemuan itu, masyarakat meminta penjelasan terkait penyebab pemadaman sekaligus mendesak adanya langkah konkret agar gangguan listrik tidak terus berulang.
Salah seorang perwakilan warga, Junaidi, mengatakan pemadaman listrik yang terjadi berulang kali telah mengganggu aktivitas masyarakat, dunia usaha, hingga menyebabkan kerusakan berbagai peralatan elektronik akibat listrik yang padam dan menyala secara tiba-tiba.
"Kami sudah cukup sabar menghadapi kondisi ini. Aktivitas masyarakat terganggu, usaha ikut terdampak, bahkan banyak peralatan elektronik warga yang rusak. Kalau memang ada gangguan di pembangkit, kami berharap masyarakat diberi informasi. Yang kami inginkan adalah solusi nyata agar kejadian seperti ini tidak terus berulang," ujarnya.
Menanggapi hal itu, Site Koordinator PT Bima Golden Powerindo, Nizar, menjelaskan bahwa pemadaman listrik terjadi karena keterbatasan kapasitas pembangkit. Dari 12 unit mesin yang dimiliki, saat ini tiga unit sedang mengalami kerusakan dan masih dalam proses perbaikan.
Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan daya pembangkit belum mampu memenuhi kebutuhan listrik, terutama saat beban puncak, seiring meningkatnya jumlah pelanggan.
Selain itu, kata Nizar, gangguan pasokan listrik juga dipengaruhi faktor eksternal pada jaringan tegangan menengah (JTM), seperti pohon tumbang, hewan yang mengenai jaringan listrik, hingga sesekali terjadi penurunan tekanan gas (gas drop).
Meski memahami gangguan akibat faktor alam, masyarakat menilai persoalan utama justru terletak pada keterbatasan kapasitas mesin pembangkit yang dinilai sudah tidak lagi mampu mengimbangi kebutuhan listrik di Pulau Padang.
Ketua Pemuda Dusun 03 Desa Bagan Melibur, Luthfi Hidayatullah, mengatakan masyarakat berharap adanya langkah nyata untuk mengatasi persoalan tersebut, termasuk percepatan penambahan unit mesin baru.
"Masyarakat sudah cukup sabar menghadapi kondisi ini. Banyak alat elektronik warga yang rusak dan aktivitas sehari-hari terus terganggu akibat listrik yang sering padam. Kami mendesak PLN segera merealisasikan penambahan unit mesin baru agar pasokan listrik di Pulau Padang kembali stabil dan masyarakat tidak terus menjadi pihak yang dirugikan," tegasnya.
Dalam audiensi itu, masyarakat juga mengusulkan penyediaan mesin cadangan sebagai antisipasi ketika salah satu unit mengalami kerusakan, serta percepatan penambahan mesin pembangkit yang memiliki kapasitas lebih besar untuk memenuhi kebutuhan listrik seluruh pelanggan.
Mereka menilai pertumbuhan jumlah pelanggan saat ini tidak lagi sebanding dengan kemampuan pembangkit yang tersedia. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dikhawatirkan akan menyebabkan pemadaman semakin sering terjadi dan berdampak pada aktivitas masyarakat, dunia usaha, hingga perekonomian daerah.
Senada dengan itu, Arif Ardiansyah meminta pihak terkait segera menghadirkan solusi konkret agar persoalan kerusakan mesin tidak terus berulang sehingga masyarakat dapat menikmati pasokan listrik yang lebih andal.
Menutup audiensi, Nizar menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Ia mengatakan pihaknya telah mengusulkan penambahan unit mesin baru guna meningkatkan kapasitas pembangkit sehingga pasokan daya ke PLN dapat lebih optimal dan kebutuhan listrik masyarakat Pulau Padang dapat terpenuhi.
Audiensi tersebut turut dihadiri Bhabinkamtibmas Desa Bagan Melibur. Masyarakat berharap pertemuan itu menjadi langkah awal bagi PLN bersama PT Bima Golden Powerindo untuk segera merealisasikan penambahan unit pembangkit sehingga pasokan listrik di Pulau Padang dapat kembali stabil, andal, dan berkelanjutan.[Lh]