Kuota Revitalisasi Sekolah di Meranti Bertambah dari 84 Menjadi 95 di Tahun 2026


Selasa, 28-7-2026


Kuota Revitalisasi Sekolah di Meranti Bertambah dari 84 Menjadi 95 di Tahun 2026

SELATPANJANG--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan daerah. Melalui koordinasi dan pengajuan yang terstruktur kepada pemerintah pusat, alokasi program revitalisasi sekolah tahun 2026 untuk Kabupaten Kepulauan Meranti meningkat dari sebelumnya 84 sekolah menjadi 95 satuan pendidikan.


Tambahan kuota tersebut menjadikan Meranti sebagai salah satu daerah dengan peningkatan penerima program yang signifikan. Besaran anggaran untuk masing-masing sekolah disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan fisik, mulai dari puluhan juta rupiah hingga mencapai Rp1,8 miliar per sekolah.


Program ini mencakup seluruh kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti dengan sasaran jenjang pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP.


Dari 95 sekolah penerima manfaat, pelaksanaan program dibagi dalam dua tahap. Sebanyak 21 sekolah telah mendapatkan pagu anggaran dan masuk tahap pelaksanaan fisik, sementara 74 sekolah lainnya masih dalam proses finalisasi administrasi, pendampingan teknis, serta penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).


Sejumlah sekolah yang telah memasuki tahap pelaksanaan di antaranya TK Aidil Hidayat, SD Negeri 6 Renak Dungun, SD Negeri 7 Selatpanjang Selatan, SD Negeri 9 dan 10 Selatpanjang Timur, SMP Negeri 3 Rangsang Pesisir, SMP Swasta Bahrul Ulum, TK Negeri Teluk Belitung, KB Permata Bunda, TK Harapan Bangsa, serta SD Swasta Al-Muwahidin.


Mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti Tundjiarto MPd, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Feni Utami ST MH, mengatakan penambahan jumlah sekolah penerima program terjadi setelah pemerintah pusat kembali memberikan tambahan kuota.


“Alhamdulillah, Kepulauan Meranti kembali mendapat tambahan kuota dari Direktorat PAUD sebanyak 62 sekolah. Kami telah mengikuti zoom pembukaan dan dilanjutkan dengan pembahasan teknis. Total saat ini ada 95 sekolah, dan angka ini masih berpotensi bertambah hingga November 2026,” ujar Feni, Senin (27/7/2026).


Menurut Feni, keberhasilan Meranti memperoleh tambahan alokasi tersebut tidak terlepas dari kesiapan data, kelengkapan administrasi, serta koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.


Ia menyebut terdapat sejumlah faktor yang mendukung keberhasilan usulan revitalisasi sekolah, di antaranya akurasi data Dapodik, legalitas lahan sekolah yang jelas, kesiapan manajemen sekolah, penyusunan prioritas berdasarkan tingkat kerusakan, komitmen aktif pemerintah daerah, rekam jejak pelaporan yang baik, serta konsistensi Pemkab Meranti dalam memperjuangkan peningkatan fasilitas pendidikan.


Saat ini, tim revitalisasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti terus melakukan pendampingan terhadap sekolah-sekolah yang masih berada dalam tahap administrasi agar seluruh dokumen dapat diselesaikan sesuai jadwal.


“Untuk 62 sekolah tambahan ini, insya Allah akan terus kami dampingi hingga proses penandatanganan PKS dan pelaksanaan fisik di lapangan,” tegas Feni.


Melalui program revitalisasi sekolah tahun 2026, Pemkab Kepulauan Meranti berharap kualitas sarana dan prasarana pendidikan semakin meningkat sehingga menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan bagi generasi mendatang. [Epolizan/Rls]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT