Karhutla Inhu Hari ke-21, Tim Gabungan Pastikan Tidak Ada Api Susulan


Senin, 24-8-2026


Karhutla Inhu Hari ke-21, Tim Gabungan Pastikan Tidak Ada Api Susulan

INDRAGIRIHULU--Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), memasuki hari ke-21 pada Minggu (23/8/2026).


Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, mengatakan kondisi kepala api sudah terkendali. Saat ini, tim memfokuskan penanganan pada kegiatan mopping up atau pendinginan dengan menyisir bara api yang masih berada di bawah akar pohon dan lantai hutan.


“Status kepala api sudah terkendali. Saat ini fokus kegiatan adalah mopping up atau pendinginan dan penyisiran bara api di akar tanaman serta lantai hutan,” ujar Muhammad Ilham Sidik, Minggu sore.


Berdasarkan penghitungan luas menggunakan metode penafsiran citra satelit Sentinel-2 yang diperbarui pada 17 Agustus 2026, luas area yang terbakar mencapai 471,39 hektare. Hingga Minggu, tim telah berhasil memadamkan sekitar 49 hektare.


Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel Manggala Agni, TNI, Polri, serta BPBD-PKP Kabupaten Indragiri Hulu.


Di lapangan, petugas menggunakan pompa Mark-3 dan pompa Mini Striker untuk melakukan pemadaman langsung. Tim juga menyisir bara api yang masih berada di bawah akar pohon dan lantai hutan.


Untuk menjangkau titik-titik yang tidak dapat dicapai dengan selang pemadam, petugas menggunakan peralatan semi-mekanis berupa pompa punggung Jet Shooter.


“Penyerangan kami fokuskan ke bara api yang masih berada di bawah akar pohon dan lantai hutan. Untuk titik-titik yang sulit dijangkau selang, kami menggunakan Jet Shooter,” jelasnya.


Sumber air untuk mendukung operasi pemadaman berasal dari embung. Namun, proses penanganan masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.


Jarak antara titik api dan sumber air berkisar 150 hingga 200 meter. Selain itu, petugas harus berjalan kaki sekitar 1,5 kilometer untuk mencapai titik penanganan.


Cuaca yang panas terik disertai angin kencang juga menjadi tantangan bagi petugas untuk memastikan seluruh bara api benar-benar padam.


Operasi berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Petugas terus melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi kembali membesar dan memicu api susulan.


Karhutla terjadi di kawasan dengan karakteristik tanah gambut, semak belukar, perkebunan sawit masyarakat, dan tanaman hutan. Lokasi tersebut berada dalam fungsi kawasan Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK).


Muhammad Ilham mengatakan kegiatan mopping up menunjukkan perkembangan yang signifikan. Penyisiran dan pendinginan akan kembali dilanjutkan pada Senin untuk menuntaskan penanganan karhutla di lokasi tersebut.


“Progres kegiatan mopping up dan penyisiran bara api sangat signifikan. Operasi akan kami lanjutkan kembali besok untuk menuntaskan penanganan,” pungkasnya.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT