Inflasi Pekanbaru Terendah se-Riau, Pemko Siapkan Intervensi Jaga Harga Pangan


Rabu, 4-11-2026


Inflasi Pekanbaru Terendah se-Riau, Pemko Siapkan Intervensi Jaga Harga Pangan
Staf Ahli Walikota Pekanbaru Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Abdul Jamal.

PEKANBARU--Kota Pekanbaru mencatatkan kinerja positif dalam pengendalian inflasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis November 2026, inflasi tahunan atau year on year (YoY) Kota Pekanbaru pada Oktober tercatat 2,69 persen. Angka tersebut menjadi yang terendah dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Riau.


Capaian ini juga lebih rendah dibandingkan inflasi Provinsi Riau sebesar 3,09 persen dan nasional yang berada di angka 3,23 persen.


Sementara itu, inflasi bulanan atau month to month (MoM) Pekanbaru pada Oktober 2026 tercatat sebesar 0,32 persen.


Pemerintah Kota Pekanbaru menilai kondisi tersebut menunjukkan stabilitas harga kebutuhan masyarakat masih terjaga. Meski demikian, sejumlah komoditas pangan tetap menjadi perhatian agar tidak memicu kenaikan inflasi pada periode berikutnya.


Kepala Bagian Ekonomi Pemko Pekanbaru, Boge Peni, mengatakan tingkat inflasi daerah saat ini masih berada dalam batas toleransi yang ditetapkan pemerintah pusat.


"Masih terkendali dengan baik, dan masih dalam range toleransi plus minus 1 persen dari angka ideal 2,50 persen yang telah ditetapkan secara nasional," kata Boge, Selasa (3/11/2026).


Di balik capaian inflasi yang relatif rendah, kenaikan harga cabai merah menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai pemerintah daerah.


Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemko Pekanbaru, Abdul Jamal, menyebut pergerakan harga cabai dalam beberapa pekan terakhir turut memberikan tekanan terhadap inflasi.


Karena itu, pemerintah kota terus melakukan intervensi untuk menjaga kestabilan harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat.


"Masih harga cabai yang mempengaruhi inflasi. Tapi masih terkendali lah inflasi kita. Beberapa minggu ini memang dipengaruhi oleh harga cabai naik. Intervensi terus kita lakukan," terang Jamal.


Ia menjelaskan, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar bergerak cepat mengantisipasi kenaikan harga komoditas yang berpotensi memicu inflasi.


Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Pasar Murah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru.


Program tersebut diharapkan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, terutama ketika terjadi kenaikan harga di pasaran.


Selain menggelar Pasar Murah, Pemko Pekanbaru juga mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sarana Pangan Madani (SPM) dalam menjaga ketersediaan pasokan cabai merah.


Melalui BUMD tersebut, pemerintah berupaya mendatangkan cabai secara langsung dari daerah pemasok untuk menjaga ketersediaan komoditas di pasar.


Pemko juga memberikan dukungan biaya transportasi guna menekan ongkos distribusi. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban biaya pengiriman sehingga harga jual cabai kepada masyarakat tetap terjangkau.


Pemerintah kota berharap kombinasi penguatan pasokan, intervensi pasar, dan pengendalian distribusi dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.


Dengan inflasi tahunan yang masih berada di bawah rata-rata provinsi dan nasional, Pemko Pekanbaru berupaya mempertahankan tren positif tersebut agar daya beli masyarakat tetap terjaga.[rr/pgi]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT