Agung Nugroho Targetkan Pekanbaru Bebas Balap Liar, Polisi Diminta Perketat Pengawasan Malam Hari


Rabu, 4-11-2026


Agung Nugroho Targetkan Pekanbaru Bebas Balap Liar, Polisi Diminta Perketat Pengawasan Malam Hari
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho.

PEKANBARU--Pemerintah Kota Pekanbaru bersama kepolisian akan memperketat upaya penanganan aksi balap liar yang kerap mengganggu ketertiban dan mengancam keselamatan pengguna jalan. Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, bahkan menargetkan Kota Bertuah dapat terbebas dari aktivitas balapan ilegal tersebut.


Agung menilai, kondisi infrastruktur jalan yang semakin baik harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Jalan yang mulus seharusnya menunjang kelancaran mobilitas warga, bukan dimanfaatkan untuk melakukan aksi kebut-kebutan.


Komitmen tersebut disampaikan Agung saat ditemui di Hotel Premiere Pekanbaru, Selasa (3/11/2026). Ia mengatakan, pemerintah kota akan memperkuat koordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Riau dan Polresta Pekanbaru untuk melakukan penertiban.


Menurutnya, penanganan balap liar membutuhkan langkah serius dan pengawasan berkelanjutan agar tidak kembali menjadi persoalan di tengah masyarakat.


"Karena jalanan di sini sekarang sudah semakin mulus, ada tantangan baru yang muncul yaitu maraknya aksi balap liar. Kami bersama jajaran Dirlantas dan Polresta Pekanbaru berkomitmen untuk segera melakukan langkah-langkah penertiban yang tegas," ujar Agung.


Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin fasilitas jalan yang dibangun untuk kepentingan masyarakat justru menjadi lokasi kegiatan yang membahayakan keselamatan.


"Insya Allah Kota Pekanbaru akan segera zero dari aksi balap liar," tegasnya.


Sejalan dengan upaya pemerintah kota, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Moreno Soeprapto, turut mengingatkan pentingnya membangun budaya keselamatan berkendara.


Menurut Moreno, keselamatan berlalu lintas merupakan salah satu perhatian utama IMI. Namun, penerapannya harus dimulai dari kesadaran dan kedisiplinan masing-masing pengguna kendaraan.


"Berbicara mengenai keselamatan, hal tersebut sudah masuk di dalam program utama Ikatan Motor Indonesia (IMI). Keselamatan berkendara itu dimulai dari diri kita sendiri," jelas Moreno.


Ia mengatakan, keselamatan di jalan raya bukan hanya menyangkut pengendara kendaraan bermotor. Pejalan kaki hingga masyarakat yang menjalankan aktivitas usaha di pinggir jalan juga memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan.


Karena itu, setiap pengguna jalan harus memahami bahwa perilaku berkendara yang tidak bertanggung jawab dapat membahayakan banyak orang.


"Apabila kita berkendara dengan selamat, Insya Allah para pejalan kaki hingga warung-warung di pinggir jalan akan mempunyai hak yang sama atas keselamatan di jalan. Insya Allah kita semua selamat sampai tujuan," ungkapnya.


Moreno juga memberikan apresiasi terhadap perilaku berlalu lintas masyarakat Pekanbaru yang dinilainya cukup tertib. Meski demikian, ia mengingatkan perlunya pengawasan lebih intensif pada malam hari untuk mengantisipasi aktivitas kebut-kebutan.


"Yang jelas, saya yakin masyarakat di Pekanbaru sangat tertib dalam berlalu lintas. Mungkin hanya perlu dimonitor pada malam hari agar tidak ada yang kebut-kebutan," tuturnya.


Upaya mewujudkan Pekanbaru bebas balap liar diharapkan tidak hanya mengandalkan penindakan aparat, tetapi juga didukung kesadaran masyarakat. Dengan demikian, infrastruktur jalan yang semakin baik dapat memberikan manfaat maksimal tanpa mengorbankan keselamatan pengguna jalan lainnya.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukma Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT