Hotspot Inhu Tertinggi di Riau, Terdeteksi 84 Titik


Rabu, 16-9-2026


Hotspot Inhu Tertinggi di Riau, Terdeteksi 84 Titik
ilustrasi.

INHU--Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau, menjadi wilayah dengan jumlah titik panas atau hotspot terbanyak di Riau berdasarkan data pemantauan BMKG Pekanbaru yang dirilis Rabu (16/9/2026) pagi.


Dari total 115 hotspot yang terdeteksi di Riau, sebanyak 84 titik berada di Kabupaten Inhu. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Riau.


Berdasarkan data BMKG, hotspot lainnya tersebar di Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 16 titik, Kuantan Singingi enam titik, Pelalawan lima titik, Rokan Hilir dua titik, Rokan Hulu satu titik, dan Kota Dumai satu titik.


Tingginya jumlah hotspot di Inhu terpantau saat penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah tersebut masih berlangsung.


Kondisi tersebut juga terjadi di tengah prakiraan cuaca yang menunjukkan belum adanya potensi hujan di wilayah Inhu pada Rabu ini.


“Potensi hujan ringan diprakirakan terjadi pada dini hari dan hanya terjadi di sebagian wilayah Bengkalis dan Kepulauan Meranti,” kata Forecaster On Duty BMKG, Putri Santy.


Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Inhu menyebut progres penanganan Karhutla di daerah tersebut telah mencapai sekitar 80 persen.


Tim gabungan masih melakukan penanganan di sejumlah lokasi, terutama proses pendinginan untuk memastikan bara maupun titik asap yang tersisa benar-benar padam.


Bupati Inhu Ade Agus Hartanto mengatakan, penanganan Karhutla di wilayahnya telah berlangsung selama 42 hari pada Senin (14/9/2026). Dengan demikian, hingga Rabu (16/9/2026), penanganan telah memasuki hari ke-44.


Salah satu lokasi yang membutuhkan penanganan cukup panjang berada di Desa Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, yang berbatasan langsung dengan kawasan Suaka Margasatwa Kerumutan.


Menurut Ade, penanganan Karhutla melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBDPKP Inhu, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), pihak perusahaan, hingga masyarakat.


“Semangat gotong royong sangat terasa dalam menghadapi bencana ini. Budaya gotong royong seperti ini kami harapkan dapat terus dipertahankan di tengah masyarakat,” ujar Ade.


Meski progres penanganan telah mencapai 80 persen, Pemkab Inhu mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Kondisi cuaca yang masih cenderung kering dan minimnya potensi hujan membuat risiko munculnya kembali Karhutla masih perlu diantisipasi.


Untuk memperkuat kesiapsiagaan, pemerintah daerah telah menginstruksikan camat, kepala desa, dan lurah agar mendirikan Posko Tanggap Darurat Karhutla di wilayah masing-masing.


Secara umum, BMKG memprakirakan cuaca Riau pada Rabu (16/9/2026) didominasi udara kabur hingga berawan pada pagi dan siang hari. Kondisi udara kabur akibat asap juga berpotensi terjadi pada sore hingga malam serta dini hari dan dapat menyebabkan penurunan jarak pandang.


Potensi hujan ringan pada dini hari diprakirakan hanya terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT