Hari Pramuka ke-65, Agung Dorong 3.500 Anggota Bergerak dari Lingkungan Terdekat


Minggu, 13-9-2026


Hari Pramuka ke-65, Agung Dorong 3.500 Anggota Bergerak dari Lingkungan Terdekat

PEKANBARU--Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ribuan anggota Pramuka menjadikan nilai kepramukaan sebagai gerakan nyata di lingkungan masing-masing. Ajakan itu disampaikan saat peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Kota Pekanbaru di Gelanggang Remaja, Jalan Sudirman, Sabtu (12/9/2026).


Sekitar 3.500 anggota Pramuka dari berbagai gugus depan hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka mengikuti apel sekaligus menampilkan sejumlah atraksi, termasuk Peraturan Baris-Berbaris (PBB), ubade, dan panduan suara.


Agung yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru mengatakan, nilai Trisatya dan Dasa Darma harus tercermin dalam perilaku sehari-hari.


"Trisatya dan Dasa Darma itu bukan cuma untuk dihafal, tapi ditunjukkan lewat tindakan sehari-hari," ujar Agung.


Ia menilai Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, kreatif, berintegritas, serta mampu menghadapi perubahan zaman.


Karena itu, Agung mendorong anggota Pramuka mengambil peran dalam menghadapi persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Ia menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi generasi muda, seperti hoaks, perundungan, dan judi online.


"Di tengah tantangan zaman seperti hoaks, perundungan, hingga judi online, Pramuka harus jadi ruang tumbuh yang modern, kreatif, tapi tetap beradab dan terpercaya," katanya.


Menurut Agung, gerakan nyata tidak harus dimulai dari kegiatan besar. Anggota Pramuka dapat memulainya dari sekolah dan rumah, antara lain dengan memanfaatkan lahan untuk menanam sayuran menggunakan polybag serta menjaga kebersihan lingkungan.


"Kita dorong kawan-kawan Pramuka untuk langsung bergerak di sekolah dan lingkungan rumah: manfaatkan lahan dengan menanam polybag sayuran dan jaga kebersihan saluran air sekitar kita," ujarnya.


Ia juga meminta anggota Pramuka menjadi teladan dalam pengelolaan sampah dan penghijauan. Kebiasaan tidak membuang sampah ke drainase, menanam pohon, serta merawat tanaman dinilai sebagai bentuk sederhana kepedulian terhadap lingkungan.


"Pramuka harus jadi pelopor. Menjaga kebersihan. Mengelola sampah, tidak membuang sampah ke drainase, menanam pohon serta merawatnya sampai tumbuh," tegas Agung.


Selain bidang lingkungan, Agung berharap Pramuka ikut memperkuat kepedulian sosial. Anggota Pramuka didorong hadir membantu masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat sekaligus ikut menyosialisasikan layanan darurat 112 Pekanbaru.


"Pramuka juga harus hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan serta ikut mengenalkan layanan 112 Pekanbaru," katanya.


Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar turut mengapresiasi antusiasme peserta. Ia menyebut sekitar 3.500 anggota Pramuka hadir dalam peringatan tersebut.


"Luar biasa dan apresiasi kepada seluruh anak-anak Pramuka yang hadir sekitar 3.500 anggota Pramuka dalam rangka Apel Hari Pramuka ke-65 tahun," ujar Markarius.


Markarius juga mengapresiasi penampilan PBB, ubade, dan panduan suara yang dinilainya menunjukkan kedisiplinan serta kekompakan peserta.


Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru Sulastri berharap semangat Hari Pramuka dapat diwujudkan melalui kontribusi yang lebih luas di tengah masyarakat.


"Saya ingin Pramuka Kota Pekanbaru bukan hanya aktif di kegiatan, tapi juga aktif berbuat di masyarakat," katanya.


Sulastri menekankan pentingnya menjaga kepedulian terhadap lingkungan dan sesama, sekaligus mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri kepramukaan.


"Pramuka yang peduli lingkungan, Pramuka yang peduli sesama, Pramuka yang hadir ketika masyarakat membutuhkan, dan Pramuka yang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri," ujarnya.[rr/pgi]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT