Dua Pekan di Awal September, 11.370 Masyarakat Riau Terserang ISPA


Sabtu, 19-9-2026


Dua Pekan di Awal September, 11.370 Masyarakat Riau Terserang ISPA

PEKANBARU--Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau mencatat peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama dua pekan pertama September 2026. Dalam periode 1 hingga 14 September, tercatat sebanyak 11.370 kasus ISPA di Riau.


Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan peningkatan kasus ISPA tersebut diduga berkaitan dengan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Riau.


“Total penderita ISPA di Riau selama periode 1-14 September tercatat sebanyak 11.370 kasus,” katanya, Kamis (17/9/2026).


Meski terjadi peningkatan kasus, Zulkifli mengatakan fasilitas kesehatan di daerah terdampak masih mampu menampung dan melayani pasien.


Untuk menekan dampak kesehatan akibat kabut asap, Diskes Riau terus menggalakkan pembagian masker gratis serta edukasi kesehatan kepada masyarakat.


“Pemerintah daerah juga menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil serta balita terdampak, sembari menyiagakan oksigen konsentrator di Puskesmas. Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team) di setiap Puskesmas telah diaktifkan penuh untuk mengantisipasi lonjakan pasien secara mendadak,” sebutnya.


Di tingkat provinsi, Diskes Riau juga mendirikan tenda posko darurat yang dilengkapi rumah oksigen dan tempat tidur medis untuk mendukung penanganan pasien yang membutuhkan perawatan.


Upaya tersebut turut melibatkan akademisi perguruan tinggi serta organisasi profesi kesehatan, termasuk dalam kegiatan pembagian masker kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan.


Zulkifli juga mengimbau masyarakat meningkatkan deteksi dini dengan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami gejala gangguan pernapasan.


“Kita juga mendorong peningkatan peran serta masyarakat dalam menanggulangi dampak kesehatan yang diakibatkan polusi udara melalui penerapan protokol kesehatan, khususnya terhadap populasi rentan seperti anak, ibu hamil, orang dengan komorbid atau penyakit penyerta, dan lanjut usia,” katanya.


Selain itu, masyarakat diimbau memastikan ketersediaan masker untuk melindungi diri dari paparan polusi udara, terutama masker yang memiliki kemampuan menyaring partikel polusi.


“Tenaga kesehatan kita di faskes kita minta untuk segera melaporkan dan memantau kasus kejadian penyakit yang diakibatkan oleh asap seperti ISPA, iritasi mata, pneumonia, iritasi kulit dan asma ke dinas kesehatan kabupaten/kota,” tutupnya.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT