Turnamen Gasing dan Silat Pengantin Digelar di Teluk Belitung, 32 Tim dan 54 Peserta Ambil Bagian


Kamis, 29-10-2026


Turnamen Gasing dan Silat Pengantin Digelar di Teluk Belitung, 32 Tim dan 54 Peserta Ambil Bagian

TELUKBELITUNG--Upaya menjaga kelestarian budaya Melayu terus dilakukan masyarakat Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti. Salah satunya melalui penyelenggaraan Turnamen Gasing Se-Provinsi Riau ke-IV dan Silat Pengantin ke-II yang resmi dibuka pada Rabu (28/10/2026).


Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan peserta berbagai daerah. Berdasarkan data panitia, sebanyak 32 tim telah mendaftar untuk mengikuti pertandingan gasing, sementara cabang silat pengantin diikuti 54 peserta.


Turnamen ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk memperkenalkan, mempertahankan, dan mewariskan tradisi Melayu kepada generasi muda di tengah perkembangan zaman.


Ketua pelaksana yang juga Ketua Komunitas Gasing (Komgas) Teluk Belitung, Andi Saputra, mengawali sambutannya dengan mengajak para undangan membaca Surah Al-Fatihah untuk mengenang almarhum H Yahya, salah seorang tokoh pendiri Kampung Hulu Asam.


Dalam kesempatan itu, Andi menyampaikan apresiasi kepada PT Imbang Tata Alam (ITA) atas dukungan yang diberikan sehingga kegiatan pelestarian budaya tersebut dapat terlaksana.


Ia menjelaskan, Komgas Teluk Belitung sebelumnya telah mengikuti sejumlah turnamen gasing tingkat nasional, termasuk kompetisi yang digelar di Kota Dumai dan Kabupaten Siak.


Menurut Andi, permainan gasing memiliki beragam bentuk dan jenis, seperti gasing lonjong, gasing berembang, serta gasing kreasi. Salah satu jenis yang dipertandingkan dalam kegiatan kali ini adalah gasing kreasi.


Pengalaman mengikuti berbagai kompetisi diharapkan dapat memperluas kiprah komunitas sekaligus memperkenalkan permainan tradisional Melayu kepada masyarakat yang lebih luas.


Koordinator CSR EMP, Arip Hidayatullah, menyampaikan penghargaan kepada Komgas Teluk Belitung yang telah berinisiatif menyelenggarakan turnamen tersebut.


Ia berharap kegiatan budaya seperti ini dapat terus dikembangkan melalui kerja sama antara masyarakat, komunitas, pemerintah daerah, dan pihak perusahaan. Kolaborasi dinilai penting agar kekayaan budaya lokal semakin dikenal dan mampu menjangkau tingkat nasional.


Menurutnya, pelestarian tradisi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan keterlibatan bersama agar nilai-nilai warisan leluhur tetap terjaga dan dapat diteruskan kepada generasi selanjutnya.


Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antara dunia usaha dan masyarakat dalam mendorong keberlanjutan budaya daerah.


Sementara itu, Camat Merbau, Wan Jumiati, memberikan apresiasi kepada panitia atas terselenggaranya turnamen gasing dan silat pengantin tersebut.


Ia menilai kegiatan ini menunjukkan bahwa kepedulian masyarakat terhadap kebudayaan Melayu masih tumbuh dan perlu terus dipelihara.


Wan Jumiati menegaskan bahwa gasing bukan hanya permainan tradisional, melainkan bagian dari identitas masyarakat Melayu. Begitu pula silat pengantin yang mengandung nilai adat dan tradisi, selain menampilkan keterampilan gerak bela diri.


Karena itu, ia mengingatkan pentingnya memperkenalkan kedua warisan budaya tersebut kepada generasi muda agar mereka tetap mengenal sejarah, nilai, dan identitas daerahnya.


Ia juga berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara berkelanjutan, bukan hanya menjadi agenda seremonial. Dengan demikian, pelestarian budaya dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan.


Kepada para peserta, Wan Jumiati berpesan agar mengikuti setiap pertandingan dengan menjunjung tinggi sportivitas, menjaga kebersamaan, serta menghormati seluruh peserta lainnya.


Dukungan serupa disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kepulauan Meranti, Saipul Bahri. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut.


Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Saipul mengapresiasi turnamen ini sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi daerah.


Ia juga menyambut baik kehadiran peserta dari luar daerah. Menurutnya, pertemuan antarkomunitas melalui kegiatan budaya dapat memperluas persaudaraan dan memperkuat hubungan antardaerah.


Saipul berpesan agar seluruh peserta bertanding dengan penuh semangat, tetap mengedepankan sportivitas, dan menghargai satu sama lain. Ia berharap setiap pertandingan dapat berlangsung dengan baik serta memberikan pengalaman positif bagi seluruh pihak yang terlibat.


Setelah menyampaikan sambutannya, Saipul Bahri secara resmi membuka Turnamen Gasing Se-Provinsi Riau ke-IV dan Silat Pengantin ke-II di Teluk Belitung.


Acara pembukaan turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat, dan tokoh budaya. Di antaranya Camat Merbau Wan Jumiati, Koordinator CSR EMP Arip Hidayatullah, anggota Koramil Yulius, Kanit Intel Polsek Merbau Padhli, Ketua GenPI Riau Dodi Rasid Amin, Ketua KJUMS Samaun, serta Ketua Forum Peduli Masyarakat Pesisir Teluk Belitung Syufri.


Hadir pula Kabid Kebudayaan Izam, Ketua LAM Saprudin, Ketua Umum OPP Teluk Belitung Yoldi Asadi, dan Ketua Pemuda Pancasila Kecamatan Merbau Ali Indra.


Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan dukungan lintas elemen terhadap kegiatan yang mengangkat kebudayaan lokal sebagai bagian penting dari identitas masyarakat Kepulauan Meranti.


Penyelenggaraan turnamen gasing dan silat pengantin di Teluk Belitung diharapkan mampu memperkuat upaya pelestarian budaya Melayu di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Provinsi Riau.


Selain menjadi ajang unjuk kemampuan, kegiatan ini membuka ruang interaksi antargenerasi, mempererat hubungan sosial, serta memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengenal lebih dekat tradisi yang diwariskan para pendahulu.


Dengan dukungan komunitas, pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, permainan gasing serta seni silat pengantin diharapkan tetap berkembang dan tidak kehilangan tempat di tengah perubahan zaman. [Yoldi]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT