Tim Gabungan Tangani Karhutla di Tiga Lokasi di Bengkalis


Rabu, 19-8-2026


Tim Gabungan Tangani Karhutla di Tiga Lokasi di Bengkalis

BENGKALIS--Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Polres Bengkalis bersama TNI, Manggala Agni, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah desa dan masyarakat.


Pada Senin (17/8/2026), tim gabungan melakukan pemadaman, pendinginan, pengecekan hingga penutupan (closing) di tiga lokasi yang berada di Kecamatan Pinggir, Mandau dan Bengkalis.


Di Kecamatan Pinggir, petugas melakukan pendinginan Karhutla yang telah memasuki hari ke-9 di Jalan Reformasi RT 002/RW 006, Dusun Tambusu, Desa Buluh Apo.


Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar mengatakan, lahan yang terbakar merupakan lahan masyarakat seluas sekitar 12 hektare yang ditumbuhi semak belukar dan tanaman kelapa sawit tidak terawat.


“Seluruh area terbakar sekitar 12 hektare telah berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melanjutkan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali,” ujar Fahrian, Selasa (18/8/2026).


Penanganan di lokasi melibatkan 22 personel gabungan dengan dukungan tiga unit mini striker, sekitar 15 rol selang dan tiga nozzle. Sumber air berasal dari kanal.


Lokasi tersebut sebelumnya terpantau sebagai hotspot pada 16 Agustus 2026. Sementara penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan.


Beranjak ke Kecamatan Mandau, personel Polsek Mandau bersama Koramil 03 Mandau, Manggala Agni dan BPBD melakukan pengecekan serta closing Karhutla di Jalan Tangkahan Tegar, ujung Kanal Atiam, Kelurahan Pematang Pudu, yang berbatasan dengan Desa Buluh Apo.


Lahan masyarakat yang terdampak diperkirakan mencapai 10 hektare. Berdasarkan hasil pengecekan, tidak ditemukan lagi api aktif di lokasi.


“Lahan tersebut sebelumnya telah diguyur hujan dengan intensitas sedang pada Jumat, 14 Agustus 2026, sehingga api telah padam,” jelas Fahrian.


Petugas tetap melakukan pengecekan guna memastikan kondisi lahan aman dan mengantisipasi munculnya kembali titik api. Penyebab kebakaran juga masih dalam penyelidikan.


Sementara itu, penanganan Karhutla turut dilakukan di Jalan Utama Gang Telon, Desa Temberan, Kecamatan Bengkalis. Kebakaran di lokasi tersebut pertama kali diketahui pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.


Lahan masyarakat yang terbakar diperkirakan sekitar 1,5 hektare, berupa perkebunan sawit, karet dan sagu dengan karakteristik tanah gambut yang kering.


Kondisi cuaca panas, angin kencang dan keterbatasan sumber air menjadi kendala dalam proses pemadaman. Tim gabungan yang turun terdiri dari 15 personel BPBD, tiga personel Polri serta sekitar 20 perangkat desa dan masyarakat.


Petugas melakukan pemadaman dan pendinginan secara bertahap, termasuk memetakan sumber air, membagi personel ke sejumlah titik serta memantau area yang berpotensi kembali terbakar.


Dari hasil penanganan, sebagian besar titik api berhasil dipadamkan. Namun, kondisi lahan gambut yang kering membuat petugas harus tetap melakukan pemantauan.


“Dugaan awal, kebakaran berasal dari aktivitas pembakaran tumpukan sampah. Petugas telah melakukan pemeriksaan lokasi dan mengamankan sisa tumpukan sampah yang diduga dibakar. Penyebab pasti serta dugaan unsur pidana masih dalam proses penyelidikan,” kata Fahrian.


Polres Bengkalis memastikan penanganan Karhutla terus dilakukan dengan mengedepankan respons cepat, sinergi lintas instansi, pemadaman, pendinginan dan pemantauan berkelanjutan.


Polisi juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah sembarangan, terutama saat cuaca panas dan angin kencang.


“Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan Karhutla kepada pihak berwenang,” pungkasnya.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT