Pemko Pekanbaru Perpanjang Pembelajaran Daring Tiga Hari akibat Kabut Asap


Rabu, 26-8-2026


Pemko Pekanbaru Perpanjang Pembelajaran Daring Tiga Hari akibat Kabut Asap
Ilustrasi.

PEKANBARU--Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sistem daring bagi seluruh sekolah tingkat PAUD/TK, SD, dan SMP selama tiga hari ke depan.


Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, mengatakan kebijakan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru yang memburuk akibat kabut asap. Kondisi kualitas udara bahkan sempat berada pada kategori berbahaya.


"Setelah mempertimbangkan hal tersebut maka diputuskan untuk memperpanjang pembelajaran jarak jauh atau daring," kata Abdul Jamal, Selasa (25/8/2026).


Menurutnya, pembelajaran daring diperpanjang selama tiga hari sembari pemerintah kota memantau perkembangan kualitas udara.


"Akan diperpanjang selama tiga hari ke depan. Sambil kita melihat update kualitas udara," jelasnya.


Abdul Jamal mengimbau seluruh satuan pendidikan melaksanakan pembelajaran daring secara sederhana, efektif, dan tidak membebani peserta didik. Meski dilakukan dari rumah, proses pembelajaran diharapkan tetap berjalan sebagaimana mestinya.


Ia juga meminta orang tua atau wali memastikan anak tetap berada di dalam rumah dan tidak bermain atau melakukan aktivitas di luar rumah untuk menghindari paparan kabut asap.


"Orang tua atau wali diminta memastikan anak tetap berada di dalam rumah dan tidak bermain maupun melakukan aktivitas di luar rumah guna menghindari paparan kabut asap. Jika terpaksa keluar rumah, agar menggunakan masker," katanya.


Kabut asap tebal sebelumnya menyelimuti Kota Pekanbaru pada Selasa (25/8/2026) pagi. Kondisi tersebut disertai penurunan kualitas udara dengan indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) yang mencapai 412 dan masuk kategori berbahaya.


Berdasarkan data kualitas udara yang terpantau pada pukul 06.00 WIB, polutan utama di Kota Pekanbaru adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 281 mikrogram per meter kubik (µg/m³).


Tingginya konsentrasi PM2.5 tersebut menunjukkan kondisi udara yang perlu mendapat perhatian serius. Kabut asap yang menyelimuti sejumlah kawasan juga berpotensi mengganggu jarak pandang serta kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas di luar ruangan.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT