Mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI Gelar Praktik Tepuk Tepung Tawar di SDN 10 Sungai Apit


Minggu, 26-7-2026


Mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI Gelar Praktik Tepuk Tepung Tawar di SDN 10 Sungai Apit

SUNGAIAPIT--Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Berdampak Universitas Riau (UNRI) menggelar praktik upacara Tepuk Tepung Tawar di SDN 10 Kelurahan Sungai Apit, Kabupaten Siak, pada Selasa (21/7/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Aula SDN 10 Sungai Apit tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Praktik ini dinilai penting sebagai upaya memperkenalkan adat dan budaya Melayu kepada anak-anak sejak dini, khususnya bagi siswa kelas 4 hingga kelas 6 sekolah dasar yang mulai memahami pentingnya menjaga serta melestarikan budaya daerah.


Kepala SDN 10 Sungai Apit, Salma, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KUKERTA UNRI tersebut. Menurutnya, kegiatan pengenalan budaya seperti ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar secara langsung mengenai adat Melayu.


“Kami dari pihak sekolah sangat mengapresiasi karena anak-anak bisa belajar adat di sini. Sebelumnya kami juga sudah pernah membuat praktik hantaran belanja, dan hari ini anak-anak KUKERTA membuat praktik Tepuk Tepung Tawar yang menurut kami juga penting untuk diketahui anak-anak sejak bangku sekolah dasar,” ujar Salma.


Ketua KUKERTA UNRI, Taufik Hidayat, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja yang bertujuan untuk mengenalkan sekaligus melestarikan budaya Melayu Riau, khususnya tradisi Tepuk Tepung Tawar.


Menurutnya, tradisi tersebut saat ini masih lebih banyak diketahui oleh kalangan orang tua, sementara generasi muda masih banyak yang belum memahami makna, tujuan, serta proses pelaksanaannya.


“Hari ini kami dari mahasiswa KUKERTA menggelar kegiatan ini karena adanya kesadaran bahwa budaya Tepuk Tepung Tawar perlu terus diperkenalkan. Banyak anak muda, termasuk anak-anak, yang masih belum mengetahui adat ini. Kami berharap mereka tidak hanya melihat Tepuk Tepung Tawar dalam acara seperti pernikahan, tetapi juga memahami bagaimana prosesi ini dilakukan, tujuan, serta makna yang terkandung di dalamnya,” ujar Taufik.


Mahasiswa KUKERTA UNRI berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat serta menambah wawasan bagi para siswa mengenai pentingnya menjaga warisan budaya. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan kuis berhadiah bagi para siswa yang mengikuti kegiatan.[Dayat]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT