Direktur Baru BSP Dilantik, Bupati Siak Minta Segera Tuntaskan Tiga Agenda Prioritas


Rabu, 8-7-2026


Direktur Baru BSP Dilantik, Bupati Siak Minta Segera Tuntaskan Tiga Agenda Prioritas
Bupati Siak Dr Afni Zulkifli MSi.

SIAK--Bupati Siak Dr Afni Zulkifli MSi meminta Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang baru dilantik, Robi Junipa, segera bekerja menuntaskan berbagai persoalan strategis perusahaan. Tiga agenda prioritas yang ditekankan yakni pembenahan manajemen, penyelesaian Komitmen Kerja Pasti (KKP), dan percepatan pembangunan jaringan pipa.


Pesan tersebut disampaikan Afni usai melantik Robi Junipa sebagai Direktur PT BSP masa jabatan 2026-2031 di Pekanbaru, Selasa (7/7/2026). Pelantikan mengusung tema "Satu Arah, Satu Komitmen, Satu Hasil, Memanjang Tapak, Mengangkat Marwah."


"Saudara Robi tadi di hadapan Kepala SKK Migas sudah berjanji. Hari ini Saudara telah dilantik, maka detik berikutnya adalah saatnya bekerja keras. Ada amanah besar yang harus ditunaikan agar BSP menjadi perusahaan yang lebih baik," kata Afni.


Menurut Afni, jabatan Direktur BSP bukan sekadar posisi, melainkan amanah untuk menjaga marwah perusahaan daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat Siak dan Riau.


"Jabatan ini bukan sekadar posisi. BSP adalah marwah anak negeri, warisan para pemimpin terdahulu yang harus kita jaga bersama," ujarnya.


Afni mengakui tantangan yang dihadapi BSP tidak ringan. Di tengah kenaikan harga minyak dunia, perusahaan juga dihadapkan pada meningkatnya biaya produksi, persoalan sosial dan operasional, serta kebutuhan investasi yang masih menjadi pekerjaan rumah.


Karena itu, ia menegaskan tiga agenda prioritas harus segera dituntaskan. Pertama, melakukan pembenahan manajemen agar kinerja perusahaan semakin profesional.


Kedua, menyelesaikan kewajiban Komitmen Kerja Pasti (KKP) yang telah menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Siak bersama Kementerian ESDM dan SKK Migas.


"Bangun komunikasi yang baik dengan seluruh kementerian dan yakinkan bahwa BSP mampu melaksanakannya," tegasnya.


Prioritas ketiga adalah mempercepat pembangunan jaringan pipa yang dinilai penting untuk menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan kapasitas produksi migas.


"Jangan menunggu tahun depan. Kita ingin persoalan ini selesai tahun ini agar biaya produksi dapat ditekan dan produksi meningkat," katanya.


Pada kesempatan tersebut, Afni juga mengajak seluruh jajaran BSP mengakhiri perbedaan yang selama ini terjadi di internal perusahaan dan bersatu mendukung kepemimpinan direktur yang baru.


"Tidak ada lagi kubu-kubuan atau kotak-kotakan. Hari ini BSP memiliki nahkoda baru. Semua harus bersatu mendukung kepemimpinan yang baru," pesannya. [rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT