Dinkes Riau Apresiasi Kampar, Empat Indikator Imunisasi Kejar Capai Target


Selasa, 27-10-2026


Dinkes Riau Apresiasi Kampar, Empat Indikator Imunisasi Kejar Capai Target

KAMPAR--Kabupaten Kampar mendapat apresiasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau setelah mencatat capaian maksimal pada empat indikator dalam program Bulan Imunisasi Kejar (BIK) bagi bayi dan anak bawah dua tahun (baduta) tahun 2026.


Berdasarkan laporan harian Kementerian Kesehatan yang menggabungkan pencatatan manual dan elektronik melalui Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK), Kampar berhasil memenuhi target 100 persen pada empat indikator imunisasi. Kampar juga menjadi kabupaten pertama yang mencapai target imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine dosis kedua (PCV2).


Empat indikator yang dimaksud meliputi imunisasi DPT-HB-Hib dosis pertama (DPT1), Inactivated Polio Vaccine dosis pertama (IPV1), PCV dosis kedua (PCV2), serta campak-rubela dosis kedua (MR2).


Untuk memastikan perkembangan program sekaligus mengevaluasi pelaksanaannya, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar menggelar pertemuan monitoring dan evaluasi (monev) secara daring, Senin (26/10/2026).


Dalam pertemuan itu, Ketua Tim Kerja Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Bustami, menyampaikan perkembangan cakupan imunisasi di seluruh puskesmas. Berdasarkan data ASIK per 26 Oktober 2026, sebanyak 18 puskesmas telah memenuhi target seluruh indikator BIK.


Meski demikian, data yang tercatat dalam ASIK menunjukkan cakupan PCV2 dan MR2 masing-masing sebesar 100 persen. Sementara cakupan DPT-HB-Hib dosis pertama berada di angka 84,9 persen dan IPV1 mencapai 92,5 persen.


Perbedaan angka tersebut berkaitan dengan sumber pencatatan yang digunakan. Laporan harian Kementerian Kesehatan menggabungkan data manual dan elektronik, sedangkan angka yang dipaparkan berdasarkan pencatatan ASIK. Karena itu, penyelarasan dan pemutakhiran data menjadi bagian penting dalam evaluasi agar pelaporan capaian imunisasi tetap akurat.


Selain membahas capaian, pertemuan tersebut turut mengidentifikasi kendala di lapangan, strategi menjangkau anak yang belum memperoleh imunisasi lengkap, serta langkah memperbaiki pencatatan dan pelaporan.


Upaya percepatan pelayanan akan terus dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan peningkatan peran puskesmas dalam menjangkau sasaran imunisasi. Langkah ini diharapkan dapat memperluas perlindungan kesehatan bagi bayi dan baduta hingga program BIK berakhir.


Capaian tersebut menambah catatan positif Kabupaten Kampar dalam pelaksanaan program imunisasi. Pada April 2026, daerah ini juga meraih predikat Cakupan Terbaik Pertama Nasional dalam pelaksanaan imunisasi kejar bayi dan baduta melalui kegiatan Sepekan Mengejar Imunisasi, yang digelar dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia.


Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi jajaran kesehatan di Kampar untuk mempertahankan kinerja, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memastikan semakin banyak bayi dan baduta mendapatkan imunisasi lengkap untuk mencegah penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT