Portal Berita Online

KEPULAUANMERANTI--Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) Asmar, menegaskan pentingnya pengelolaan aset daerah secara profesional, tertib administrasi, dan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Dumai, Dulatif, di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (8/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Asmar mengapresiasi dukungan dan kerja sama KPKNL Dumai dalam membantu Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengelola aset daerah, terutama melalui mekanisme lelang.
Ia berharap sinergi kedua pihak terus diperkuat agar pengelolaan aset pemerintah berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami mengharapkan kerja sama yang baik secara profesional. Apa yang harus kita lakukan, sesuai SOP saja,” ujar Asmar.
Menurutnya, penataan aset perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk terhadap barang milik daerah yang rusak atau tidak lagi dapat dimanfaatkan. Barang yang memenuhi persyaratan lelang maupun pemusnahan harus ditangani melalui mekanisme yang tepat dan didukung administrasi yang lengkap.
“Kalau memang barang yang tidak bisa kita lelang dan sesuai ketentuan dapat dimusnahkan, kita buat berita acara pemusnahan. Begitu juga dokumen yang sudah tidak dapat digunakan lagi, kita selesaikan sesuai prosedur,” katanya.
Asmar menilai, penataan tersebut penting untuk memastikan setiap aset dan dokumen pemerintah memiliki status yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan.
Ia berharap koordinasi dengan KPKNL Dumai terus ditingkatkan guna mendukung pengelolaan aset daerah yang lebih tertib dan optimal.
“Yang penting kita bekerja secara profesional dan sesuai SOP. Mudah-mudahan kerja sama ini berjalan sukses,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala KPKNL Dumai, Dulatif, mengatakan kunjungannya merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus koordinasi dengan pemerintah daerah yang masuk dalam wilayah kerjanya.
“Ini sebenarnya saya baru sempat bersilaturahmi ke wilayah kerja kami. Wilayah kerja kami ada lima kabupaten/kota, salah satunya Kepulauan Meranti,” ujar Dulatif.
Ia menjelaskan, KPKNL Dumai memiliki sejumlah tugas dan fungsi, antara lain pengelolaan kekayaan negara, penilaian, pelayanan lelang, serta pengurusan piutang negara.
Melalui pertemuan tersebut, ia berharap komunikasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti semakin kuat, terutama dalam menyelesaikan berbagai persoalan terkait pengelolaan aset.
“Ke depan masih banyak pekerjaan yang perlu kita selesaikan bersama. Kami berharap dukungan dan kolaborasi ini terus berjalan,” katanya.
Dulatif menambahkan, pertemuan itu juga membahas penanganan aset yang sudah tidak dapat dimanfaatkan, termasuk mekanisme lelang dan pemusnahan barang sesuai ketentuan.
Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan bahwa pelaksanaan lelang pada Juni lalu menghasilkan nilai sekitar Rp600 juta.
Pertemuan itu dihadiri Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kepulauan Meranti serta pejabat pelelang KPKNL Dumai, yakni Hasintongan Pardede, Jannes Hasiholan, dan Olivia Sitanggang.
Melalui penguatan koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas tata kelola aset daerah, sehingga pemanfaatan maupun penyelesaian aset yang tidak lagi produktif dapat dilakukan secara tertib, transparan, dan akuntabel.[rr/mgi]