Anak Gajah Nona Seroja Tebar 15 Ribu Bibit Pohon dalam Riau Bhayangkara Run 2026


Jumat, 18-7-2026


Anak Gajah Nona Seroja Tebar 15 Ribu Bibit Pohon dalam Riau Bhayangkara Run 2026

PEKANBARU--Pelaksanaan pengambilan race pack Riau Bhayangkara Run (RBR) 2026 menghadirkan sesuatu yang berbeda. Selain perlengkapan lari, sebanyak 15.000 peserta menerima suvenir berupa boneka anak gajah Sumatra bernama Nona Seroja yang membawa bibit pohon trembesi sebagai bagian dari kampanye pelestarian lingkungan.


Salah seorang peserta, Naira (11), siswi Sekolah Taruna Islam Pekanbaru, mengaku antusias saat membuka race pack yang diterimanya.


"Saya baru saja ambil race pack event RBR. Senang sekali karena ada yang berbeda. Di dalam race pack ada boneka gajah Nona Seroja," ujar Naira di GOR Gelanggang Remaja Pekanbaru, Sabtu (18/7/2026).


Kegembiraan Naira semakin bertambah setelah mengetahui tas kecil yang dikenakan boneka tersebut berisi delapan bibit pohon trembesi yang siap ditanam.


"Bibit ini nanti mau saya tanam di pekarangan rumah. Semoga bisa bermanfaat bagi keluarga kami dan orang banyak. Terima kasih, Nona Seroja," katanya.


Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan pembagian bibit pohon melalui boneka Nona Seroja merupakan bagian dari implementasi program Green Policing, yang terus dikampanyekan Polda Riau untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.


Menurutnya, melalui Riau Bhayangkara Run, pesan menjaga alam tidak hanya disampaikan melalui edukasi, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata berupa penanaman pohon.


"Benar. Kami menitipkan bibit pohon trembesi melalui boneka Nona Seroja kepada 15.000 peserta Riau Bhayangkara Run. Harapannya, bibit ini dapat ditanam dan menjadi kehidupan baru yang dapat melestarikan alam kita," ujar Irjen Herry Heryawan.


Melalui pembagian 15.000 bibit pohon tersebut, Polda Riau berharap gerakan ini menjadi awal tumbuhnya ribuan pohon baru yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus menjadi warisan bagi generasi mendatang.


Nona Seroja merupakan anak gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) betina yang lahir di Camp Eleven Flying Squad, Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau. Kelahirannya menjadi kabar menggembirakan sekaligus simbol harapan baru bagi upaya pelestarian gajah Sumatra yang kini berstatus Kritis (Critically Endangered) berdasarkan daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).


Nama Nona Seroja diberikan langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan. Nama tersebut terinspirasi dari filosofi bunga seroja atau lotus yang mampu tumbuh di lingkungan berlumpur, namun tetap mekar dengan indah, bersih, dan murni.


Filosofi itu menggambarkan harapan agar semangat menjaga kelestarian alam dapat terus tumbuh di tengah berbagai tantangan lingkungan. Melalui sosok Nona Seroja, Polda Riau ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi bagian dari gerakan penghijauan dan konservasi alam.


Pembagian boneka Nona Seroja yang membawa bibit pohon menjadi simbol bahwa setiap peserta Riau Bhayangkara Run tidak hanya membawa pulang suvenir, tetapi juga amanah untuk menanam kehidupan baru demi mewujudkan bumi yang lebih hijau dan lestari. [Bem]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT