Tekan Penyebaran DBD, UPT Puskesmas Pulau Merbau Gelar Gerakan Larvasidasi Massal


Jumat, 24-7-2026


Tekan Penyebaran DBD, UPT Puskesmas Pulau Merbau Gelar Gerakan Larvasidasi Massal
Ilustrasi.

MERANTI--UPT Puskesmas Pulau Merbau menggelar Gerakan Larvasidasi Massal sebagai upaya menekan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kepulauan Meranti. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti yang meminta seluruh UPT Puskesmas melaksanakan gerakan serentak pada pekan keempat hingga kelima Juli 2026.


Gerakan tersebut difokuskan pada pemberantasan jentik nyamuk Aedes aegypti melalui penaburan larvasida di tempat-tempat penampungan air yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk. Kegiatan ini juga dipadukan dengan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, pemeriksaan jentik berkala, serta penyuluhan kesehatan kepada masyarakat.


Di Kecamatan Pulau Merbau, kegiatan dipusatkan di Gedung Hambali Centre, Desa Semukut, Kamis (23/7/2026). Pelaksanaannya melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader kesehatan, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat.


Kepala UPT Puskesmas Pulau Merbau, dr Puji Tri Handayani, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan, termasuk koordinasi lintas sektor dan pendistribusian bubuk larvasida (Abate) kepada masyarakat melalui bidan desa.


"Koordinasi telah kami lakukan bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kader kesehatan, dan unsur terkait lainnya. Selain itu, bidan desa juga kami bekali bubuk Abate untuk dibagikan kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan berkembangnya jentik nyamuk penyebab DBD," ujarnya.


Menurut dr Puji, keberhasilan pengendalian DBD tidak hanya bergantung pada petugas kesehatan, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan rutin memberantas sarang nyamuk.


Sementara itu, Camat Pulau Merbau, Hermansyah SH, mengapresiasi langkah cepat UPT Puskesmas Pulau Merbau dalam melaksanakan gerakan tersebut. Ia menilai DBD merupakan ancaman serius yang dapat menyerang semua kelompok usia sehingga memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.


"Puskesmas telah menyediakan bubuk larvasida dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Namun keberhasilan pencegahan sangat ditentukan oleh kepedulian seluruh warga. Gerakan ini akan memberikan hasil apabila dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan di lingkungan masing-masing," kata Hermansyah.


Ia juga mengajak seluruh kepala desa, ketua RT/RW, kader kesehatan, dan masyarakat untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong melalui Gerakan PSN 3M Plus, serta memanfaatkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dikuras.


Melalui gerakan ini diharapkan penyebaran DBD di Kabupaten Kepulauan Meranti dapat ditekan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan penyakit.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT