Pemko Pekanbaru Siapkan Jembatan Darurat untuk Warga Jalan Nelayan


Selasa, 16-6-2026


Pemko Pekanbaru Siapkan Jembatan Darurat untuk Warga Jalan Nelayan

PEKANBARU--Pemerintah Kota Pekanbaru bergerak cepat menangani amblasnya jembatan di Jalan Nelayan, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai. Untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan, jembatan darurat segera dibangun sebagai akses sementara bagi warga.


Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho meninjau langsung lokasi jembatan yang mengalami kerusakan pada Senin (15/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) III Riau Daniel, Kepala Dinas PUPR Pekanbaru Edward Riansyah, serta sejumlah pejabat terkait.


Menurut Agung, pembangunan jembatan darurat menjadi solusi tercepat agar mobilitas warga tidak terhenti total. Pasalnya, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses utama yang menghubungkan kawasan Jalan Nelayan.


“Kita sepakat mendahulukan pembangunan jembatan darurat agar masyarakat tetap bisa beraktivitas. Pengiriman material jembatan darurat juga sudah dilakukan hari ini,” ujar Agung.


Ia menjelaskan, jembatan yang ada saat ini merupakan infrastruktur yang dibangun sejak 1995. Faktor usia bangunan yang telah mencapai lebih dari tiga dekade diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya penurunan konstruksi dan amblasnya tanah di sekitar jembatan.


Agung menambahkan, pembangunan kembali jembatan permanen membutuhkan proses dan waktu yang tidak singkat. Karena itu, pemerintah memprioritaskan penanganan darurat agar akses transportasi warga segera pulih.


Nantinya, jembatan darurat dapat dilalui kendaraan secara bergantian sambil menunggu proses pembangunan infrastruktur permanen.


Selain itu, Pemko Pekanbaru akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat proses pembangunan kembali jembatan yang rusak tersebut.


“Karena statusnya darurat dan akses ini sangat penting bagi masyarakat, kami akan menyampaikan langsung kepada kementerian agar penanganannya dapat dipercepat,” katanya.


Sebelumnya, sebagian bibir jembatan amblas dengan kedalaman lebih dari satu meter sehingga kendaraan tidak lagi dapat melintas. Kondisi tersebut diduga dipicu oleh pergerakan tanah yang memengaruhi struktur penyangga jembatan.


Pemerintah Kota Pekanbaru bersama BWSS III Riau saat ini terus melakukan evaluasi teknis guna memastikan langkah perbaikan yang akan dilakukan, sekaligus menjaga keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.[rr/pgi]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT