Kado HUT Riau, Plt Gubernur Serahkan Penghargaan kepada 10 Tokoh Pejuang


Senin, 10-8-2026


Kado HUT Riau, Plt Gubernur Serahkan Penghargaan kepada 10 Tokoh Pejuang

PEKANBARU--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menganugerahkan Gelar Tokoh dan Pejuang Daerah Provinsi Riau Tahun 2026 kepada 10 tokoh yang dinilai berjasa dalam perjuangan, pengabdian, pendidikan, agama, dan pembangunan daerah.


Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau pada rapat paripurna DPRD Riau, Minggu (9/8/2026).


Salah satu tokoh yang dianugerahi penghargaan adalah H Abdul Razak Ardi, pejuang asal Indragiri Hilir yang dikenal memiliki jejak perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Penghargaan diberikan secara anumerta oleh Pemprov Riau.


Penghargaan untuk Abdul Razak Ardi diterima salah seorang ahli waris, Drs Pahmijan MPd, yang merupakan mantan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Riau. Saat ini, Pahmijan menjabat sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Banjar Riau (KKBR).


Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto bersama Ketua DPRD Riau Kaderismanto. Prosesi tersebut turut disaksikan pimpinan dan anggota DPRD Riau serta para tamu undangan.


Salah satu kisah perjuangan yang melekat pada sosok Abdul Razak Ardi adalah keberhasilannya meloloskan diri dari kejaran dengan menyusuri Sungai Indragiri di Rengat.


Di tengah situasi perjuangan yang penuh ancaman dan ketidakpastian, Sungai Indragiri menjadi jalur yang ditempuh Abdul Razak Ardi untuk menyelamatkan diri. Peristiwa tersebut menjadi bagian dari jejak perjuangannya yang terus diwariskan kepada keluarga dan masyarakat.


Pemprov Riau menetapkan Abdul Razak Ardi sebagai salah satu Tokoh dan Pejuang Daerah Provinsi Riau Tahun 2026 melalui Keputusan Gubernur Riau Nomor 525/VII/2026.


Penganugerahan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas jasa, pengabdian, perjuangan, dan dedikasi Abdul Razak Ardi kepada masyarakat, daerah, dan bangsa.


Abdul Razak Ardi wafat pada 23 Maret 1991, bertepatan dengan 7 Ramadan 1411 Hijriah. Meski telah puluhan tahun berpulang, jejak perjuangannya tetap dikenang, terutama oleh keluarga besar dan masyarakat Banjar di Riau.


Pahmijan mengatakan, penganugerahan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga Abdul Razak Ardi. Pengakuan dari pemerintah daerah juga menjadi pengingat agar perjuangan para pendahulu tidak hilang dari ingatan generasi sekarang.


“Alhamdulillah, ini tentu kehormatan bagi keluarga Abdul Razak Ardi. Melalui momen HUT Riau ini merupakan kado istimewa atas jasa dan pengabdian almarhum,” ujar Pahmijan.


Selain sertifikat penghargaan, para ahli waris juga menerima tali asih sebagai bentuk penghormatan dan perhatian Pemprov Riau kepada keluarga para pejuang.


Abdul Razak Ardi meninggalkan tujuh putra-putri, yakni Marsma (Purn) TNI AU H Burhanuddin Razak (alm), Dr Hj Raihana Ara, Drs H Rizwar Razak (alm), Ir Suhita Razak (alm), Syafrizal Razak SH, H Pebrialin Razak SE MSi, serta Linda Laila SH (alm).


Penganugerahan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga jejak sejarah perjuangan para tokoh Riau. Penghargaan itu tidak sekadar menjadi bentuk penghormatan, tetapi juga penanda bahwa keberanian dan pengabdian para pendahulu tetap mendapat tempat dalam sejarah daerah.


Selain Abdul Razak Ardi, sembilan tokoh lainnya yang menerima penghargaan adalah Abdullah Nur, ulama pejuang dan politisi yang berkiprah dalam dakwah dan politik di Bengkalis.


Selanjutnya, H Ahmad Maulana, pejuang kemerdekaan yang kemudian menjadi anggota TNI dan dikenal dalam perjuangan pengibaran bendera di Bengkalis.


Penghargaan juga diberikan kepada Tuan Syekh H Imam Sabar Al-Kholidi Naqsyabandi, tokoh yang berjuang menyebarkan Islam dan pendidikan di Mandau, Bengkalis.


Kemudian Tuan Syekh Usman bin Syekh H Imam Sabar Al-Kholidi Naqsyabandi, tokoh masyarakat dan agama di Mandau yang turut terlibat dalam perjuangan.


Tokoh lainnya adalah Sinmardi Taman alias Pek Sing Tjong, pejuang yang terlibat langsung dalam perjuangan, termasuk mencari amunisi dan makanan hingga ke Singapura serta turut memberantas G30S/PKI.


Berikutnya, Syed Zein Al-Jufri yang bergelar T Pangeran Kesuma Dilaga, panglima perang sekaligus diplomat yang dikenal luas dan berasal dari Siak.


Penghargaan juga diberikan kepada Abdul Manaf bin Taher, pejuang kemerdekaan asal Indragiri Hilir yang turut mengibarkan bendera Merah Putih di Kepulauan Riau dan Indragiri Hilir.


Kemudian H Amir Hoesin Attan, tokoh pejuang kemerdekaan yang juga berkiprah dalam bidang pendidikan dan agama.


Tokoh terakhir adalah Tengku Mansyur Chalid, pejuang pendidikan sekaligus pejuang kemerdekaan.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT