Jelang Musim Hujan, Pemko Pekanbaru Prioritaskan Pembersihan Drainase Rawan Banjir


Minggu, 11-10-2026


Jelang Musim Hujan, Pemko Pekanbaru Prioritaskan Pembersihan Drainase Rawan Banjir

PEKANBARU--Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperkuat langkah antisipasi banjir dan genangan menjelang peningkatan curah hujan yang diperkirakan terjadi dalam dua pekan ke depan. Tim Lestari diarahkan memprioritaskan pembersihan saluran drainase di kawasan yang rawan banjir.


Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan langkah tersebut diputuskan dalam rapat evaluasi kinerja Tim Lestari bersama para camat dan lurah di Aula Gedung Utama Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Kamis (8/10/2026).


Menurut Markarius, sejumlah wilayah di Pekanbaru berpotensi mengalami genangan ketika hujan deras. Karena itu, pembersihan saluran air perlu dilakukan sejak dini untuk mengurangi risiko banjir.


“Prakiraan cuaca, mungkin dua pekan ke depan, curah hujan mulai tinggi di Pekanbaru. Diperkirakan, musim hujan berlangsung sampai Februari,” ujarnya.


Ia menjelaskan, sebelumnya Tim Lestari melaksanakan pekerjaan kebersihan di berbagai lokasi pada setiap kecamatan. Namun, menjelang musim hujan, prioritas diarahkan pada saluran drainase di kawasan yang selama ini kerap mengalami banjir dan genangan.


Saluran yang tersumbat atau mengalami gangguan akan dibersihkan dan dirapikan agar aliran air lebih lancar. Jika penanganan membutuhkan alat berat, Pemko Pekanbaru akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta camat setempat.


“Kalau membutuhkan alat berat, nanti kami koordinasikan dengan Dinas PUPR dan para camat. Supaya alat berat bisa diturunkan untuk membersihkan parit dan saluran,” kata Markarius.


Selain mengantisipasi banjir, Pemko Pekanbaru juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang akibat hujan deras dan angin kencang.


Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) diminta memeriksa pohon-pohon yang dilaporkan warga dalam kondisi miring, mati, atau berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.


Markarius menegaskan, penanganan pohon harus dilakukan berdasarkan kondisi dan tingkat risikonya. Pohon yang masih sehat dan kokoh akan dipertahankan, sedangkan pohon mati atau yang berisiko tumbang perlu ditangani sesuai hasil pemeriksaan.


“Tidak semua pohon yang dilaporkan warga harus ditebang. Pohon yang masih sehat dan kokoh tetap akan kami pertahankan,” ucapnya.


Ia menambahkan, langkah antisipatif tersebut perlu dilakukan sebelum musim hujan berlangsung agar potensi gangguan terhadap aktivitas masyarakat dan keselamatan warga dapat diminimalkan.


“Ini kerja-kerja yang proaktif yang perlu kami lakukan sekarang,” tegas Markarius.


Melalui pembersihan drainase dan pemeriksaan pohon rawan tumbang, Pemko Pekanbaru berharap risiko banjir, genangan, dan kecelakaan akibat pohon tumbang dapat ditekan selama musim hujan.[rr/pgi]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT