Cegah Karhutla, Pemprov Riau Siapkan Ekskavator untuk Pembukaan Lahan Tanpa Bakar


Minggu, 11-10-2026


Cegah Karhutla, Pemprov Riau Siapkan Ekskavator untuk Pembukaan Lahan Tanpa Bakar

SIAK--Pemerintah Provinsi Riau menyiapkan dukungan alat berat untuk membantu masyarakat membuka lahan tanpa bakar (PLTB) sebagai upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengelola lahan pertanian dan perkebunan secara produktif tanpa meningkatkan risiko kebakaran.


Komitmen tersebut disampaikan Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau, M Job Kurniawan, yang mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau dalam kegiatan Penanaman Sejuta Pohon Menuju Indonesia Asri di Zamrud Camp PT Bumi Siak Pusako, Kampung Duyun, Kabupaten Siak, Sabtu (10/10/2026).


Job mengatakan, pencegahan karhutla tidak cukup dilakukan melalui imbauan agar masyarakat tidak membakar lahan. Pemerintah juga perlu menyediakan solusi alternatif yang memungkinkan warga membuka dan mengelola lahan tanpa menggunakan api.


“Ke depan, kita ingin semakin mendorong Pembukaan Lahan Tanpa Bakar atau PLTB. Pemerintah tidak cukup hanya mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan, tetapi juga harus hadir memberikan solusi,” ujarnya.


Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Riau menyiapkan fasilitas alat berat berupa ekskavator melalui unit pelaksana teknis (UPT) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Fasilitas ini ditujukan untuk membantu kelompok tani membuka lahan tanpa pembakaran.


Kelompok tani yang membutuhkan bantuan dapat mengajukan permohonan melalui pemerintah desa atau kampung. Selanjutnya, permohonan tersebut dikoordinasikan dengan UPT Dinas PUPR terdekat untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.


“Bagi kelompok tani yang membutuhkan, silakan mengajukan permohonan melalui pemerintah desa atau kampung. Selanjutnya, dapat dikoordinasikan dengan UPT Dinas PUPR terdekat, sehingga dapat kita fasilitasi dan dampingi sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.


Selain dukungan pemerintah, Job mendorong keterlibatan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu kelompok tani yang memenuhi persyaratan dan masyarakat kurang mampu, antara lain melalui penyediaan alat berat, sarana pengolahan lahan, serta pendampingan.


Menurut Job, banyak masyarakat Riau menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian dan perkebunan. Karena itu, upaya menjaga kelestarian lingkungan perlu berjalan seiring dengan dukungan terhadap kegiatan ekonomi masyarakat.


“Menjaga lingkungan dan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat harus berjalan bersama,” ujarnya.


Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan perusahaan menjadi bagian penting dalam memperkuat pencegahan karhutla sejak tahap pengelolaan lahan.


Melalui dukungan pembukaan lahan tanpa bakar, masyarakat diharapkan memiliki alternatif yang lebih aman dan berkelanjutan dalam mengelola lahan, sekaligus mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT