Pertumbuhan Ekonomi Pekanbaru Tumbuh 8 Persen pada Triwulan I 2026


Minggu, 14-6-2026


Pertumbuhan Ekonomi Pekanbaru Tumbuh 8 Persen pada Triwulan I 2026
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho. (Foto: :Pekanbaru.go.id)

PEKANBARU--Perekonomian Kota Pekanbaru menunjukkan kinerja positif pada triwulan I tahun 2026. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekanbaru pada awal Juni 2026, sejumlah indikator utama ekonomi mengalami pertumbuhan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/YoY).


Data BPS mencatat Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga tumbuh sebesar 5,03 persen, sementara Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) meningkat 4,13 persen.


Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang mencapai 20,69 persen. Selain itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi juga tumbuh sebesar 8,55 persen.


Peningkatan berbagai indikator tersebut menjadi sinyal positif bagi pergerakan ekonomi di ibu kota Provinsi Riau. Tingginya realisasi belanja pemerintah dinilai mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, memperkuat sektor usaha dan jasa, serta meningkatkan perputaran uang di daerah.


Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyambut baik capaian tersebut. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang mencapai sekitar 8 persen pada triwulan pertama merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.


“Data yang dirilis BPS menunjukkan bahwa berbagai kebijakan yang dijalankan mulai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Capaian ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat Kota Pekanbaru,” ujarnya.


Ia menjelaskan, sejak awal masa kepemimpinannya, Pemerintah Kota Pekanbaru berupaya mengelola belanja daerah secara efektif dan tepat sasaran agar mampu memberikan efek berganda terhadap perekonomian.


Menurut Agung, setiap program pembangunan, belanja barang dan jasa, serta kegiatan yang melibatkan pelaku usaha lokal terus didorong agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


“Belanja pemerintah bukan hanya soal penyerapan anggaran, tetapi juga bagaimana anggaran tersebut mampu menggerakkan ekonomi rakyat. Ketika proyek berjalan, UMKM berkembang, tenaga kerja terserap, dan daya beli masyarakat meningkat,” jelasnya.


Selain itu, pertumbuhan investasi yang tercermin dari peningkatan PMTB sebesar 8,55 persen menunjukkan semakin tingginya kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi di Pekanbaru.


“Investor mulai melihat Pekanbaru sebagai daerah yang memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan. Pemerintah akan terus menjaga stabilitas, memberikan kemudahan pelayanan, dan menciptakan kepastian bagi dunia usaha,” tambahnya.


Ke depan, Pemerintah Kota Pekanbaru berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan pelayanan publik, percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan UMKM, serta optimalisasi pendapatan daerah.


“Kami ingin memastikan pertumbuhan ekonomi yang terjadi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan, penciptaan lapangan kerja, dan terbukanya peluang usaha yang lebih luas,” tutup Agung.[rr/pgi]

Penulis Riau Raya
Editor Lulman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT