Portal Berita Online

PEKANBARU--Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau oleh Manggala Agni menunjukkan tantangan yang sangat berbeda di tiap lokasi, hingga Sabtu pagi (30/5/2026).
Di Kandis (Kabupaten Siak), api yang bersembunyi di lahan gambut menjadi lawan paling sulit. Meski hujan sempat turun, asap masih muncul dari dalam tanah, tanda bahwa bara api belum benar-benar padam. Karena itu, tim tidak hanya memadamkan di permukaan, tetapi juga melakukan penyekatan dan pendinginan mendalam agar api tidak terus hidup di bawah lapisan gambut.
Situasi berbeda terjadi di Pasir Limau Kapas (Kabupaten Rokan Hilir). Di sini, tantangan utama bukan semata api, melainkan menjaga agar air tetap tersedia untuk pemadaman. Dengan bantuan alat berat, tim membuat embung dan memperbaiki aliran parit, memastikan suplai air tidak terputus, sebuah faktor kunci yang menentukan cepat atau lambatnya api bisa dikendalikan.
Sementara itu, di Sokoi (Kabupaten Pelalawan), skala kebakaran menjadi perhatian terbesar. Hasil pemantauan drone memperlihatkan area terbakar yang cukup luas dengan asap tebal yang masih mengepul. Tim pun harus bergerak cepat dan terbagi dalam beberapa titik untuk menahan laju api, memukul kepala api sekaligus sayapnya agar tidak meluas lebih jauh. [rr/mcr]