Portal Berita Online

INHIL--Bencana abrasi melanda Desa Sungai Nyiur, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Selasa (14/7/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah bangunan dan fasilitas umum mengalami kerusakan berat, mulai dari rumah warga, rumah tahfiz, dermaga apung, hingga jalan jerambah beton.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir, R Arliansyah, mengatakan laporan kejadian diterima dari Kepala Desa Sungai Nyiur sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
"Tim segera turun ke lokasi untuk melakukan identifikasi, membantu proses evakuasi, pembongkaran rumah yang terdampak, serta melakukan pendataan terhadap warga yang menjadi korban abrasi," ujar Arliansyah.
Berdasarkan laporan yang diterima, abrasi terjadi sekitar pukul 09.30 WIB saat kondisi air laut sedang surut. Kondisi tersebut memicu pergerakan tanah di kawasan pesisir hingga menyebabkan retakan yang terus meluas ke area permukiman warga.
Akibat kejadian tersebut, lima unit rumah warga, satu unit rumah tahfiz, satu unit dermaga apung, jalan jerambah beton sepanjang kurang lebih 100 meter, serta satu fasilitas umum berupa sumur bor mengalami kerusakan.
Meski menyebabkan kerusakan cukup parah, bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Sebanyak sembilan kepala keluarga (KK) atau 17 jiwa terdampak akibat kejadian ini. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan sementara mengungsi ke rumah keluarga terdekat.
"Tim masih berada di lokasi untuk melakukan pendataan dan evakuasi. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa untuk penanganan selanjutnya," jelas Arliansyah.
Ia menambahkan, kebutuhan mendesak bagi warga terdampak saat ini antara lain perlengkapan dapur, bahan kebutuhan pokok, perlengkapan tidur, perlengkapan mandi, serta Al-Qur'an untuk mengganti perlengkapan rumah tahfiz yang mengalami kerusakan.
BPBD Inhil terus melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah terdampak abrasi. Masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pergerakan tanah, terutama saat terjadi perubahan kondisi pasang surut air laut.[rr/mcr]