PEKANBARU--Pagi itu, halaman terbuka di kawasan Mal Pelayanan Publik Pekanbaru berubah menjadi lautan warna-warni. Seragam kecil murid taman kanak-kanak tampak berlarian riang, sementara suara tawa dan sorakan guru serta orang tua mengisi udara.
Ribuan peserta hadir untuk mengikuti Gebyar TK se-Kota Pekanbaru. Sebuah perayaan yang bukan sekadar acara seremonial, tetapi juga ruang tumbuh bagi anak-anak untuk belajar melalui kegembiraan.
Di tengah suasana yang hangat itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho membuka acara secara resmi. Namun yang paling mencuri perhatian bukan hanya sambutannya, melainkan cara anak-anak menyambut kegiatan ini. Sederhana, polos, dan penuh antusiasme.
Bagi mereka, panggung kecil, nyanyian, dan permainan edukatif adalah dunia yang sedang mereka jelajahi dengan rasa ingin tahu yang besar.
Ketua TP PKK yang juga Bunda PAUD Sulastri, sesekali tersenyum melihat interaksi anak-anak dengan guru mereka. Di balik kemeriahan itu, ada kerja panjang para pendidik dari IGTKI Kota Pekanbaru yang setiap tahun berupaya menghadirkan ruang belajar yang lebih hidup dan bermakna.
Dalam pesannya, Wali Kota Agung mengingatkan pentingnya menanamkan kebiasaan sederhana seperti membuang dan memilah sampah sejak dini. Namun di lapangan, pesan itu terasa tidak seperti ceramah formal, melainkan bagian dari percakapan panjang tentang masa depan yang dimulai dari hal-hal kecil.
Seorang guru TK terlihat menuntun muridnya memungut sampah kecil di sela kegiatan. Anak itu tersenyum bangga, seolah baru saja melakukan sesuatu yang sangat penting. Dan mungkin memang begitu, karena di usia mereka, setiap kebiasaan kecil adalah fondasi besar untuk masa depan.
Di akhir kegiatan, bukan hanya medali atau penampilan yang dibawa pulang, tetapi juga pengalaman sederhana. Tertawa bersama, belajar menjaga lingkungan, dan merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar. [rr/pgi]
Penulis Riau RayaEditor Lukman Hakim